Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Staf Ahli Menkeu Bid Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha.. Sumber: BSTV

Staf Ahli Menkeu Bid Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha.. Sumber: BSTV

Realisasi PEN hingga 23 Desember 72,3%

Rabu, 30 Desember 2020 | 18:39 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melaporkan realisasi program dan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp 502,71 triliun atau 72,3% dari total anggaran Rp 695,2 triliun hingga 23 Desember 2020.  Sehingga anggaran PEN masih tersisa Rp 192,49 triliun untuk direalisasikan di sisa 1 hari penghujung akhir tahun 2020.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan pemerintah terus berupaya memaksimalkan penyaluran program PEN hingga akhir tahun 2020 untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat sekaligus sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional, juga guna penanganan Covid -19 bidang kesehatan.

“Realisasi program PEN menunjukkan akselerasi yang terus meningkat pada Kuartal IV 2020 ini, telah mencapai Rp 184,3 triliun jika dibandingkan dengan realisasi per 30 September 2020 sebesar Rp 318,48 triliun,”jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa terdapat dua klaster dalam program PEN realisasinya lebih dari 90% yakni klaster perlindungan sosial yang mencapai 94,7% atau sebesar Rp 217,99 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 230,21 triliun dan klaster UMKM yang mencapai realisasi sebesar 92,8% atau Rp 107,93 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 116,31 triliun.

“Dalam kedua klaster terdapat sejumlah program yang telah mencapai realisasi 100%,”ujarnya.

Menurut Kunta, program-program pada klaster perlindungan sosial yang telah mencapai realisasi 100% di antaranya adalah Program Keluarga Harapan dan Bantuan Beras, Kartu Sembako dan Bantuan Tunai, Bansos Jabodetabek, Bansos Tunai Non Jabodetabek, Bantuan Subsidi Upah/Gaji, Bantuan Subsidi Upah/Gaji Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS di Kemendikbud dan Kemenag.

Selebihnya progres realisasi di klaster perlindungan sosial seperti Kartu Pra Kerja mencapai 99,5%, namun telah mencapai 5,6 juta penerima manfaat sesuai target, dan program diskon listrik mencapai 84,4%. Hanya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang realisasinya mencapai 64,43%.

Sementara itu, dukungan pemerintah pada dunia usaha khususnya pelaku UMKM juga tergambarkan melalui capaian realisasi anggaran yang tinggi.

“Beberapa program yang mencapai realisasi 100% pada klaster UMKM di antaranya, Bantuan Produktif Pelaku Usaha Mikro, Restrukturisasi Kredit UMKM, dan Pembiayaan Investasi Melalui LPDB KUMKM. Program lain seperti Penjaminan Kredit UMKM mencapai 99,52%, pph Final UMKM 96,10%, dan Subsidi Bunga mencapai realisasi sebesar 63%,” jelasnya.

Manfaat program PEN klaster UMKM ini dirasakan secara langsung oleh 12 juta pelaku usaha mikro, 101 ribu nasabah UMKM melalui skema pembiayaan investasi LPDB, 4,6 juta debitur yang mendapat restrukturisasi kredit UMKM, 22,18 juta debitur yang memanfaatkan subsidi bunga UMKM, 761 ribu debitur yang mendapat penjaminan kredit UMKM, dan 233 ribu UMKM yang memanfaatkan keringanan wajib pajak.

Selain itu, untuk realisasi klaster Sektoral K/L dan Pemda mencapai realisasi 88,1% atau Rp 59,77 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 67,86 triliun, klaster Kesehatan realisasinya mencapai 54,4% atau Rp 54,13 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 99,5 triliun.

Kemudian untuk klaster Intensif Usaha mencapai realisasi sebesar 45,4% atau Rp 54,73 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 120,61 triliun, dan yang terakhir klaster Pembiayaan Korporasi mencapai realisasi sebesar 13,4% atau sebesar Rp 8,16 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 60,73 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN