Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Realisasi PEN per 20 Agustus Capai Rp 326,16 Triliun

Senin, 23 Agustus 2021 | 16:32 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terealisasi sebesar Rp 326,16 triliun atau 43,8% dari pagu Rp 744,77 triliun per 20 Agustus 2021.

“Ini beberapa komposisinya mengalami perubahan terutama ada varian Delta. Total PEN kita naik dari Rp 699 triliun ke Rp 744,77 triliun. Realisasinya ini sampai Agustus,” kata dia dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (23/8/2021).

Secara rinci, realisasi ini meliputi bidang kesehatan Rp 77,18 triliun atau 35,9% dari pagu Rp 214,96 triliun dengan manfaat berupa diagnostik untuk testing dan tracing serta therapeutic biaya perawatan bagi 426,94 ribu pasien, insentif nakes, santunan kematian maupun obat dan APD.

Kemudian juga untuk pengadaan 81,42 juta dosis vaksin, bantuan iuran JKN untuk 19,15 juta orang serta insentif perpajakan kesehatan termasuk PPN dan bea masuk vaksin.

Kemudian kedua, untuk bidang perlindungan sosial terealisasi Rp 99,33 triliun atau 53,2% dari pagu Rp 186,64 triliun dengan manfaat PKH untuk 9,9 juta KPM, Kartu Sembako untuk 16,1 juta KPM serta BST bagi 10 juta KPM dan BLT Desa bagi 5,51 juta KPM.

Kemudian juga Kartu Prakerja bagi 2,82 juta orang, bantuan kuota internet bagi 35,95 juta penerima, subsidi listrik bagi 32,6 juta penerima, serta BSU bagi 2,09 juta pekerja.

Untuk dukungan UMKM dan korporasi terealisasi Rp 48,02 triliun atau 29,6% dari pagu Rp 162,4 triliun dengan manfaat berupa BPUM bagi 11,84 juta usaha, IJP UMKM bagi 2,04 juta UMKM serta IJP korporasi bagi 26 korporasi. Selanjutnya penempatan dana pada bank dengan total penyaluran kredit sejak 2020 mencapai Rp 417,57 triliun kepada 5,31 juta debitur, serta subsidi bunga KUR dan non-KUR bagi 4,45 juta debitur.

“UMKM baru 29,6%, ini yang bisa jalan hanya BPUM itu pun mencapai 11,84 juta usaha yang dapat,” ujarnya.

Untuk program prioritas terealisasi Rp 50,25 triliun atau 42,6% dari pagu Rp 117,94 triliun dengan manfaat berupa padat karya K/L bagi 928,2 ribu naker, pariwisata untuk KSPN, ekowisata dan pelatihan SDM serta ketahanan pangan seperti program food estate dan irigasi.

Kemudian juga ICT seperti penyediaan infrastruktur TIK dan penyiaran publik serta kawasan industri, seperti pengembangan kawasan strategis dan program penanaman modal.

“Belanja program prioritas 42,46% ini nampaknya di beberapa K/L (kementerian/lembaga) mereka terus melakukan beberapa adjustment dari sisi desainnya begitu terjadi Covid-19 varian Delta,” jelasnya.

Terakhir yaitu insentif usaha terealisasi Rp 51,39 triliun atau 81,8% dari Rp 62,83 triliun meliputi PPh 21 DTP bagi 73.970 pemberi kerja, PPh final UMKM DTP bagi 119.354 UMKM, dan pembebasan PPh 22 impor bagi 9.530 WP.

Kemudian juga pengurangan angsuran PPh 25 bagi 58.441 WP, pengembalian pendahuluan PPN bagi 1.924 WP, penurunan tarif PPh badan bagi seluruh WP, PPN DTP properti bagi 574 penjual serta PPnBM mobil bagi enam penjual.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN