Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Realisasi Pencairan Gaji ke-13 dan Pensiunan Capai Rp 13,57 Triliun

Senin, 10 Agustus 2020 | 19:48 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Andin Hadiyanto mengungkapkan bahwa data hingga Senin (10/8) pukul 12.00 siang realisasi pencairan gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS) hingga pensiunan di pemerintah pusat telah mencapai Rp 13,57 triliun.

"Realisasi gaji ke-13 per jam 12.00 WIB adalah Rp 5,47 triliun untuk PNS, pensiun Rp 8,1 triliun. Sehingga total Rp 13,57 triliun,” kata Andin Hadiyanto dalam konferensi pers mengenai gaji ke-13 secara virtual, Senin (10/8).

Adapun jika dihitung capaian realisasi untuk pencairan gaji ke- 13 pusat yang mencakup pegawai aktif sebesar Rp 6,94 triliun dan pensiunan Rp 7,88 triliun sehingga secara total pencairan gaji ke -13 untuk pusat telah mencapai 91,5% dari pagu anggaran gaji ke-13 untuk pusat mencapai Rp 14,83 triliun.

“Hampir selesai yang pusat dari Rp 14,83 triliun sudah tercairkan Rp 13,57 triliun,”tuturnya.

Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST
Menkeu Sri Mulyani. Foto: IST

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani  mengatakan, pencairan gaji ke-13 itu sudah hampir 100% dari total pagu yang disiapkan sebesar Rp 14,83

"Jadi sudah hampir selesai yang pusat yah, sudah hampir 100%," kata Sri.

Sementara itu untuk proses pencairan gaji ke-13 PNS daerah dengan anggaran yang disiapkan dari APBD mencapai Rp 13,99 triliun hingga saat ini masih menunggu dari masing-masing kebijakan pemerintah daerah, dalam hal ini menerbitkan peraturan kepada daerah (Perkada)

"Pusat sudah terealisasi hampir semua ya. Kalau untuk daerah lain tergantung dari Perkada," jelasnya.

Sebagai informasi bahwa total anggaran gaji ke-13 tahun ini mencapai Rp 28,8 triliun, naik Rp 300 miliar dari sebelumnya Rp 28,5 triliun. Kenaikan tersebut salah satunya karena pemerintah memasukkan eselon I dan II sebagai penerima gaji ke-13.

Aturan mengenai gaji ke-13 tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Tunjangan, atau Penghasilan ke-13 Tahun 2020 kepada PNS,  Prajurit TNI, Anggota Polri, Pegawai Non-PNS, dan Pensiun.

Dengan pemberian tunjangan gaji ke 13 dan untuk pensiunan, Sri berharap dapat memberikan dukungan  upaya pemerintah, agar seluruh tenaga kerja TNI, Polri, ASN bisa memenuhi kebutuhan belanja pendidikan terkait tahun ajaran baru, serta bisa memberikan tambahan daya beli. 

Tunjangan gaji ke-13 pun diberikan kepada pensiunan, dengan komponen  tunjangan yang meliputi pensiunan pokok, tunjangan keluarga, tunjangan tambahan penghasilan.  

Sementara komponen yang dibayarkan kepada ASN gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan. Sedangkan tunjangan kinerja (tukin) dan yang sejenisnya tidak diperhitungkan dalam pembayaran gaji ke-13 tahun ini.

“Sehingga bisa memberikan tambahan daya beli dalam memberi stimulus ekonomi sesuai dengan keinginan dan dorong pemulihan ekonomi akibat Covid-19,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN