Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prosesi Tanjak Sumur di Bojonegoro, Rabu (9/10).

Prosesi Tanjak Sumur di Bojonegoro, Rabu (9/10).

Realisasi Proyek Jambaran-Tiung Biru Lebih dari 40%

Euis Rita Hartati, Rabu, 9 Oktober 2019 | 19:40 WIB

BOJONEGORO, investor.id – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) laksanakan prosesi Tajak Sumur atau Spud In Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Bojonegoro. Dengan demikian, secara keseluruhan, realisasi proyek ini mencapai lebih dari 40% dan akan rampung pada 2021.

"Pembebasan lahan sudah rampung 100%, pembangunan infrastruktur juga 100%. Sisanya pengerjaan fasilitas pemrosesan gas yang mencapai 36%, paralel dengan kegiatan Tajak Sumur atau Spud In merupakan rangkaian kegiatan operasi pengeboran. Jadi, kalau dirata-rqtakan realisasi proyek JTB ini lrbihbdari 40%," kata Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan kepada wartawan usai prosesi Tanjak Sumur di Bojonegoro, Rabu (9/10).

Menurut dia, kegiatan operasi pengeboran ini telah dimulai sejak September 2019, dimana PEPC bekerjasama dengan Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dalam kegiatan ini.

PDSI menggunakan Rig Nomor 40.3/DSI 1500-E dengan melibatkan 42 kontraktor dibawah kendali putra-putri terbaik Indonesia.

Proyek Jambaran-Tiung Biru.
Proyek Jambaran-Tiung Biru.


Jamsaton menambahkan bahwa pekerjaan akan dimulai dari tapak sumur Jambaran East, yang meliputi 3 sumur pemboran baru, yaitu Sumur JAM-3, JAM-5 dan JAM-8. Sedangkan 2 (dua) sumur lainnya, terletak di tapak sumur Jambaran Central, yaitu Sumur JAM-6 dan JAM-7.

“Pekerjaan lainnya, adalah mengerjakan re-entry 1 (satu) sumur existing, yaitu sumur JAM-4 ST dengan melakukan completion dengan rangkaian pipa produksi yang tahan gas H2S," jelasnya.

Turut hadir Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan H. Samsu dan Bupati Bojonegoro Anna Muawanah.

Menurut Dharmawan, Proyek JTB merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

“Tajak Sumur ini merupakan capaian kami berikutnya dalam mengawal Proyek Strategis Nasional atau PSN,” ujar Dharmawan.

Kegiatan Tajak Sumur ini sejalan dengan visi Pertamina sebagai World Class National Energy Company, dimana seluruh kegiatan dalam Proyek JTB ini dilakukan dengan penerapan prinsip-prinsip HSSE Excellence.

PEPC sebagai operator tunggal wajib mengaplikasikan dan mengintegrasikannya dalam setiap fungsi dan struktur bisnis. Sesuai dengan semboyan HSSE PEPC “SPIRIT to Zero, Zero Accident, Kami Pilih Bekerja Selamat”.

Pengembangan Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran – Tiung Biru terdiri dari beberapa scope of work, seperti pengembangan 4 sumur di Jambaran East, 2 sumur di Jambaran Central, pengerjaan pipa pengumpul sepanjang 6,6 km, pengerjaan fasilitas pemrosesan gas atau Gas Processing Facility (GPF) yang telah mencapai 36,91% dan mempunyai kapasitas 330 MMSCFD, pengerjaan jalur pipa fluida yang tersambung dengan CPF Lapangan Banyu Urip,

Selain itu pengerjaan jalur pipa sales gas sepanjang 11,3 km, pembangunan stasiun pengukuran sales gas dan juga pembangunan infrastruktur dan pendukung operasi seperti perkantoran, gudang, bengkel, rumah ibadah dan perumahan.

Produksi gas yang dihasilkan oleh Proyek JTB sebesar 192 MMSCFD nantinya akan dialirkan melalui Pipa transmisi Gresik-Semarang. Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF), JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect , khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

PT Pertamina (Persero)  optimistis PEPC yang sebelumnya telah menyumbang 25% produksi minyak mentah nasional melalui Lapangan Banyu Urip akan menunjukkan komitmen kerjanya dalam mengawal proyek JTB agar selesai sesuai target. Proyek JTB diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan negara dari US $3,61 miliar selama kontrak bagi hasil (PSC).

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA