Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Pertamina Pusat. Foto: Pertamina

Gedung Pertamina Pusat. Foto: Pertamina

Rencana Pertamina Lepas Saham Blok Migas Terganjal Regulasi

Minggu, 22 November 2020 | 18:25 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Rencana PT Pertamina (Persero) melepas mayoritas kepemilikan saham partisipasi (participating interest/PI) di beberapa blok migas yang dikelolanya belum dapat dilakukan lantaran terkendala regulasi. Mengacu peraturan yang berlaku, perseroan tidak diperbolehkan melepas saham melebihi 41%.

Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) John H Simamora menuturkan, pihaknya telah mengkategorikan seluruh blok migas yang dikelolanya ke dalam beberapa klaster. Salah satu klaster ini terdiri dari blok-blok migas yang berpotensi dilepas mayoritas kepemilikan sahamnya ke perusahaan lain.

“Beberapa ini perlu didivestasi, tetapi hokum yang ada saat ini belum mengatur hal tersebut. Kami masih diskusi dengan pemerintah untuk divestasi blok migas ini, jadi masih panjang,” kata dia dalam diskusi daring, akhir pekan lalu.

John H Simamora. Foto: IST
John H Simamora. Foto: IST

Dia menjelaskan, dalam regulasi yang ada saat ini, Pertamina hanya bisa melepas kepemilikan PI maksimal 41%. Padahal, pihaknya tidak selalu perlu memegang saham sebesar itu ataupun hak operatorship di seluruh blok yang dikelolanya. Beberapa blok migas yang akan didivestasi ini pun sebenarnya sudah minus bagi perseroan.

Di sisi lain, pihaknya memiliki prioritas lain dalam mengembangkan aset hulunya. “Kami ingin fokus untuk eksplorasi dan optimasi lapangan, termasuk studi EOR (enhanced oil recovery/pengurasan minyak tahap lanjut),” ujar John.

Saat ini, pihaknya masih membahas masalah regulasi divestasi PI itu dengan pemerintah. Jumlah blok migas yang dilepas sahamnya juga masih berpotensi berubah tergantung perkembangan harga minyak.

Jika harga minyak ke depannya membaik, jumlah blok migas yang akan didivestasi akan semakin kecil.

“Terkait regulasi ini, kami diskusi dengan Kementerian ESDM dan BUMN, dan ini bisa diatasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pertamina telah membagi seluruh blok migasnya dalam empat klaster berdasarkan besaran cadangan dan sisa masa produksi blok migas. Klaster pertama mencakup blok migas yang memiliki sisa masa produksi migas di atas 10 tahun. Klaster kedua yakni blok migas yang masih dapat diproduksikan dalam 5-10 tahun mendatang.

Klaster ketiga merupakan blok migas yang bisa dikerjasamakan Pertamina untuk skala menengah. Sementara klaster terakhir adalah blok migas yang sebenarnya lebih sesuai dikelola oleh perusahaan migas yang lebih kecil dari Per tamina. Klaster terakhir ini lah yang rencananya bakal dilepas oleh perseroan.

Pengemat Energi dari Universitas Trisakti Pri Agung Rakhmanto menilai divestasi PI oleh Pertamina ini merupakan aksi korporasi yang wajar dilakukan perusahaan migas. Langkah ini biasanya dilakukan untuk optimalisasi portofolio investasi.

“Agar fokus pada yang prospektif dan memberikan keekonomian tinggi,” kata dia.

Bagi industri hulu migas nasional, lanjutnya, strategi Pertamin itu juga membuka peluang bagi perusahaan migas lain yang memiliki standar berbeda untuk mengambil alih pengelolaan blokblok migas itu. Walaupun, apakah divestasi itu akan diminati atau tidak masih tergantung pasar saat ini.

“Tinggal market saja yang akan menantukan nanti, apakah kemudian itu dianggap menarik oleh pelaku lain atau tidak,” jelas Pri Agung.

Saat ini, Pertamina mengelola sebanyak 91 aset migas di dalam dan luar negeri melalui beberapa anak usahanya. Blok migas di dalam negeri sebanyak 56 aset yang digarap PT Pertamina Hulu Energi mengelola 50 blok migas, PT Pertamina EP 1 blok migas, PT Pertamina EP Cepu 1 blok, PT Pertamina EP Cepu ADK 1 blok migas, PT Pertamina Hulu Indonesia 3 blok migas.

Sementara di luar negeri, sebanyak 35 aset dikelola oleh dan PT Pertamina Internasional EP. Mengacu data PHE, pada tahun ini, produksi minyak perusahaan ditargetkan sebesar 412 ribu barel per hari (bph) dan gas 2.710 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

Per Agustus, realisasi produksi minyak tercatat sebesar 414 ribu barel per hari (bph) atau melebihi target dan gas 2.670 MMscfd atau 98,5% dari target.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN