Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proses bongkar muat kontainer dari sebuah kapal kargo yang berada di terminal kargo internasional, pelabuhan Tokyo pada 19 Agustus 2019. Surplus dagang Jepang dengan Amerika Serikat (AS) bertambah lebih dari 15% pada Juli. Para juru runding dari dua negara itu sedang bersiap mengadakan pembicaraan soal kesepakatan perdagangan bebas. AFP / Kazuhiro NOGI

Proses bongkar muat kontainer dari sebuah kapal kargo yang berada di terminal kargo internasional, pelabuhan Tokyo pada 19 Agustus 2019. Surplus dagang Jepang dengan Amerika Serikat (AS) bertambah lebih dari 15% pada Juli. Para juru runding dari dua negara itu sedang bersiap mengadakan pembicaraan soal kesepakatan perdagangan bebas. AFP / Kazuhiro NOGI

RI Bahas Strategi Penyelesaian RCEP di Pertemuan Ketiga TNC

Sanya Dinda, Rabu, 5 Februari 2020 | 09:08 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih berupaya meningkatkan nilai perdagangan internasional antara lain melalui perjanjian dagang. Salah satu perjanjian dagang yang sedang dalam tahap penyelesaian ialah Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

 

Dalam pertemuan ketiga spesial RCEP Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiating Committee/TNC) di Legian, Badung, Bali, Kemendag Indonesia bersama wakil dari negara lain membahas program kerja dan strategi untuk mencapai target penandatanganan Perjanjian RCEP akhir tahun 2020 ini.

 

"Pertemuan kali ini membahas program kerja menuju penandatanganan Perjanjian RCEP tahun ini. Selain itu, dibahas isu-isu yang masih belum terselesaikan, termasuk isu akses pasar," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo yang juga Ketua Perunding TNC, dalam keterangan tertulisanya, Selasa (4/2).

 

Iman mengatakan, pertemuan ini merupakan pertemuan pleno pertama setelah diumumkannya penyelesaian perundingan teks Perjanjian RCEP dan dicapainya perkembangan substansial perundingan akses pasar di Bangkok pada 4 November tahun lalu. Dalam pertemuan ini juga dibahas isu-isu penting (outstanding issues) dan strategis lain, salah satunya terkait India yang sempat mempertimbangkan tidak bergabung dengan RCEP.

 

Menurut Iman, isu terkendala di antara sesama negara anggota Asean sudah tidak ada lagi. Namun, beberapa isu masih harus diselesaikan di antara sesama negara mitra Asean, seperti isu akses pasar bidang perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi.

 

Secara umum, lanjut Iman, perundingan teks Perjanjian RCEP telah selesai secara substansial. "Untuk itu, diperlukan kemauan setiap negara untuk menyelesaikan perundingan secara menyeluruh agar dapat ditandatangani pada akhir tahun ini. Selanjutnya, hasil pertemuan ini akan dilaporkan kepada Menteri Ekonomi Asean dan Menteri RCEP pada pertemuan intersesi tingkat menteri yang akan diselenggarakan di Da Nang, Vietnam pada 10-11 Maret 2020," terang dia.

 

RCEP terdiri dari 10 negara Asean dan 6 negara mitra Asean, yakni Tiongkok, Korea, Jepang, India, Australia, dan Selandia Baru. RCEP diinisiasi oleh Indonesia pada saat menjadi Ketua Asean tahun 2011 untuk mengurangi tumpah tindih di antara area perdagangan bebas (Free Trade Areas/FTA) yang telah ada, menghindari adanya “confusing noodle bowl” dari berbagai FTAs yang ada, serta mengkonsolidasikan Asean + 1 FTA.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN