Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani Karet. Foto: PUPR

Petani Karet. Foto: PUPR

RI Dorong Konsumsi Domestik Karet Alam

Kamis, 24 September 2020 | 15:43 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

Jakarta, investor.id-Indonesia bersama Thailand dan Malaysia yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) bersepakat menyerap lebih banyak karet alam untuk kebutuhan dalam negeri. Kesepakatan itu diambil untuk menjaga harga karet yang terus mengalami tekanan. Di tengah pandemi Covid-19, produksi karet alam menurun, konsumsi karet dunia juga ikut merosot.

Plh Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Antonius Yudi Triantoro mengatakan, sebagai negara produsen karet alam terbesar kedua di dunia, Indonesia turut merasakan dampak pandemi Covid-19 di sektor karet alam. “Untuk itu, Indonesia bersama dua negara produsen karet alam lainnya berkolaborasi merumuskan upaya konkret guna memastikan petani karet tetap mendapatkan harga yang remuneratif di tengah situasi tidak menentu seperti saat ini,” kata dia, Kamis (24/9).

Menurut Yudi, pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah di berbagai negara membuat kebijakan yang mengurangi penyerapan karet dunia, seperti membatasi barang yang keluar dan masuk, menunda pembelian karet, hingg menerapkan karantina wilayah (lockdown). Karena itu, Indonesia, Thailand, dan Malaysia bersepakat untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan karet global. Ketiga negara memastikan akan meningkatkan konsumsi karet alam domestik untuk menggantikan ekspor yang tertunda.

Kemendag akan terus berupaya memperjuangkan sektor karet alam demi jutaan petani yang menggantungkan hidupnya pada komoditas ini. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi karet alam seperti penggunaan karet sebagai campuran aspal, maupun produk barang jadi karet yang permintaannya meningkat akibat pandemi Covid-19 seperti sarung tangan karet dan karet perisai radiasi.

Tidak hanya itu, saat ini ketiga negara bekerja sama dengan lembaga penelitian di masing-masing negara untuk melakukan penelitian dan pengembangan produk berbasis karet alam lain. ITRC juga berkomitmen melanjutka implementasi Supply Management Scheme (SMS), yang merupakan program untuk mengelola produksi karet alam di tiga negara dengan mempertimbangkan konsumsi dan produksi karet alam dunia. SMS berperan penting dalam menyeimbangkan pasokan dan permintaan karet alam di pasar global.

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN