Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Selain Menkominfo Johnny G Plate, delegasi dari Indonesia beranggotakan Menko Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pangaribuan), Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita), Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto), dan Asisten Deputi mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (H.E. Wishnutama Kusubandio).

Selain Menkominfo Johnny G Plate, delegasi dari Indonesia beranggotakan Menko Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pangaribuan), Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita), Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto), dan Asisten Deputi mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (H.E. Wishnutama Kusubandio).

WORLD ECONOMIC FORUM 2020

RI Fasilitasi Pertumbuhan Inovasi

Leonard AL Cahyoputra/Abdul Muslim, Kamis, 23 Januari 2020 | 23:24 WIB

DAVOS, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia ingin membuat kebijakan yang memfasilitasi pertumbuhan inovasi dan ekonomi berbasis teknologi, termasuk bisnis platform digital seperti Grab.

Dia meyakini teknologi akan memainkan peran kunci untuk penerapan Industry 4.0 dan membuka akses ke layanan keuangan bagi semua untuk membuat inklusi keuangan menjadi kenyataan.

“Kedua, kami ingin peraturan kami ramah bagi investasi, sambil terus menegakkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, khususnya pada masalah perlindungan data,” ujar Hartarto pada sesi diskusi panel dalam rangakain pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss, Rabu (21/1).

Anthony Tan, Co-Founder dan Group CEO Grab.
Anthony Tan, Co-Founder dan Group CEO Grab.

Diskusi panel yang dipimpin Group CEO dan Co-founder Grab Anthony Tan juga menghadirkan Chief Operating Officer VMWare Sanjay Poonen, Chairman of Mastercard Center for Inclusive Growth and Vice-Chairman and President of Strategic Growth Michael Froman, serta Executive Vice President of Business Development Microsoft Peggy Johnson. Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, bertemu dengan para pemimpin dunia di sela WEF 2020, Rabu (22/1).

Grab membahas peran dan harapan perusahaan teknologi dalam menggunakan teknologi yang membawa dampak positif dalam mendorong masyarakat untuk lebih maju.

Grab juga telah berkontribusi pada pengembangan dua pedoman industri yang menguraikan praktik terbaik di sekitar industri yang tengah berkembang dari platform ekonomi dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Acara yang diselenggarakan oleh Grab bertema Unlocking Technology for Good dihadiri oleh tokoh-tokoh berpengaruh di sektor publik dan swasta.

Menkopolhukam Luhut B Panjaitan.
Menkopolhukam Luhut B Panjaitan.

Menteri Koordinator Kelautan dan Investasi Indonesia Luhut Pandjaitan membuka acara tersebut dengan menyampaikan harapan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan serta perbaikan ekonomi dan sosial.

“Cara terbaik bagi pemerintah dan pemimpin industri teknologi, seperti Grab untuk bekerja sama adalah menggunakan teknologi untuk kebaikan dan berkomitmen pada tujuan bersama, yaitu membangun generasi penerus, dengan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memecahkan masalah jangka panjang, seperti polusi udara, dengan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik,” ujar Luhut, dalam keterangan tertulis Grab.

Grab. Foto ilustrasi: IST
Grab. Foto ilustrasi: IST

Sementara itu, Anthony menyampaikan, Grab telah berkontribusi pada pedoman untuk penggunaan teknologi baru yang bertanggung jawab. Melalui pertemuan WEF, Grab berkomitmen pada Perjanjian Prinsip Pengelolaan Platform yang Baik (The Charter of Principles for Good Platform Work), yang mendukung kebijakan pengelolaan platform digital yang bertanggung jawab serta memberikan dampak positif bagi pekerja dalam lingkungan platform.

Didukung oleh perusahaan platform global, perjanjian tersebut bertujuan untuk menyediakan panduan bagi seluruh pihak, termasuk pemerintahan, perusahaan penyedia platform, dan juga para pekerja dalam lingkungan platform untuk berkolaborasi pada sebuah inisiatif yang menambah kesejahteraan pekerja berdasarkan prinsip-prinsip utama platform yang baik.

Salah satu contoh yang baik dari perusahaan penyedia platform, seperti inisiatif Mendobrak Sunyi milik Grab untuk memberikan kesempatan pendapatan bagi Teman Tuli dan orang dengan gangguan pendengaran. Grab yang berusaha untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital di Asia Tenggara dengan program literasi digital dan pelatihan keterampilan bagi mitra pengemudi juga digarisbawahi sebagai contoh yang dapat juga dilakukan oleh perusahaan lain di berbagai industri.

Grab juga telah membantu menciptakan edisi kedua Model AI Government Framework yang dikeluarkan oleh Info-communications Media Development Authority of Singapore dan berkontribusi pada Ikhtiar Contoh Kasus, yang menyediakan studi kasus dari berbagai industri yang berguna dalam membantu lebih banyak organisasi untuk menerapkan kerangka model tersebut.

Sebagai perusahaan yang memiliki pendekatan AI-everywhere, Grab menggunakan AI dalam berbagai aspek platform untuk mengurangi masalah di Asia Tenggara, seperti membasmi transaksi palsu dan mengalokasikan kendaraan, atau pesanan makanan secara efisien.

Dengan berbagi sudut pandang terbaik dari 350 strong AI serta sumber daya data sains yang dimilikinya, Grab berharap dapat memberikan inspirasi yang dapat memecahkan masalah melalui cara kreatif menggunakan AI dan mendorong penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Anthony menyampaikan, pengaplikasian teknologi baru dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan dan sumber penghasilan masyarakat. Lebih dari 20% mitra pengemudi Grab yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan sebelum bergabung dalam platform Grab.

“Dengan membantu lebih banyak masyarakat memiliki sumber pendapatan, Grab berkontribusi hampir US$ 6 miliar terhadap perekonomian Asia Tenggara pada tahun lalu,” jelasnya.

Grab. Foto: IST
Grab. Foto: IST

Grab pun mengambil langkah pendekatan proaktif untuk mulai mengelola perusahaan secara langsung dalam memberikan mata pencaharian dan sumber penghasilan tambahan bagi para mitra.

Grab secara proaktif berkomitmen pada serangkaian prinsip utama pada proses kerja platform yang baik serta pengaplikasian teknologi AI. Inisiatif di atas merupakan kelanjutan dari program Grab for Good milik Grab yang berkomitmen untuk menciptakan literasi dan inklusi digital bagi 3 juta penduduk Asia Tenggara tahun 2025, membantu lebih dari 5 juta pengusaha tradisional dan warung untuk mendigitalisasi alur kerja, serta melatih 20.000 siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi dengan institusi pendidikan, organisasi nirlaba, dan perusahaan teknologi terkemuka.

Grab merupakan super app terkemuka di Asia Tenggara menyediakan banyak layanan harian yang paling berarti bagi konsumen. Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh sebanyak lebih dari 163 juta kali, memberikan pengguna kemudahan untuk terhubung dengan 9 juta mitra pengemudi dan agen.

Grab memiliki armada transportasi darat yang besar dan telah mencapai lebih dari 4 miliar perjalanan sejak didirikan tahun 2012. Grab menyediakan layanan transportasi on-demand di Asia Tenggara serta layanan pengantaran makanan dan barang di lebih dari 339 kota di delapan negara.

Potensi Indonesia

Agus Gumiwang Kartasasmita
Agus Gumiwang Kartasasmita

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita aktif menyampaikan tentang beragam potensi Indonesia dalam upaya pengembangan industri manufaktur saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pelaku industri skala global, seperti Nestlé dan Amazon Web Services, Inc, pada rangkaian kegiatan WEF 2020 di Davos, Swiss.

“Salah satu kepentingan kami adalah mencari investor yang potensial. Kami sampaikan bahwa Indonesia punya kekayaan sumber daya alam dan pasar yang sangat besar. Apalagi, pemerintah saat ini bertekad untuk memacu daya saing sektor manufaktur, terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0,” kata Menperin Agus sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (22/1).

Adapun sektor-sektor industri yang dibidik adalah sesuai dengan prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik.

“Kami lakukan pendekatan dengan calon investor yang masuk dalam lima sektor tersebut, karena dari sektor itu bisa berkontribusi hingga 60% ke PDB, ekspor dan tenaga kerja,” ujar Agus.

Menurut Agus, para calon investor kini mulai tertarik mengincar Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi karena mereka melihat adanya perubahan dan pembaruan kebijakan yang dapat memudahkan dalam menjalankan usaha. Contohnya mengenai rencana penerbitan omnibus law.

“Ada sekitar 11 klaster yang dibahas dalam RUU omnibus law Cipta Lapangan Kerja. Ada klaster-klaster yang membuat Indonesia menjadi Negara yang menarik bagi calon investor. Misalnya tentang mengatur adanya penyediaan lahan yang lebih mudah, dan tentang ketenagakerjaan. Regulasi ini sangat penting, yang membuat Indonesia semakin atraktif bagi caloncalon investor,” paparnya.

Selain Menkominfo Johnny G Plate, delegasi dari Indonesia beranggotakan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Menko Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pangaribuan), Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita), Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto), dan Asisten Deputi mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (H.E. Wishnutama Kusubandio).
Selain Menkominfo Johnny G Plate, delegasi dari Indonesia beranggotakan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Menko Bidang Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pangaribuan), Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto), Kepala BKPM (Bahlil Lahadalia), Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita), Menteri Perdagangan (Agus Suparmanto), dan Asisten Deputi mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (H.E. Wishnutama Kusubandio).

Sedangkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam kunjungan kerjanya menghadiri WEF 2020 bertemu dengan Mitsubishi Chemical pada Selasa (21/1) dan membahas rencana ekspansi perusahaan Jepang senilai US$ 150 juta (sekitar Rp 2,1 triliun).

Menurut Bahlil, perusahaan asal Jepang itu membutuhkan insentif tax holiday untuk merealisasikan rencana perluasan investasi pabrik baru di Cilegon, Banten.

“Perizinan investasi dan insentif semua sudah terpusat di BKPM. Kami akan kawal investasi baru Anda sampai jadi di Indonesia. Ada masalah apa, hubungi saya saja,” kata Bahlil kepada CEO Mitsubishi Chemical Holdings Corporation Hitoshi Ochi, seperti dikutip dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (22/1).

Ekosistem Ekonomi Digital

Menkominfo Johnny G Plate di Indonesia Pavillion WEF 2020. (IST)
Menkominfo Johnny G Plate di Indonesia Pavillion WEF 2020. (IST)

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjadi narasumber pada diskusi semipanel bertema Spotlight On Indonesia Unicorns And Digital Economy Advancement: The Big Picture pada hari kedua pelaksanaan WEF 2020 di Davos, Swiss.

Turut hadir bersama Menkominfo antara lain Founder Tokopedia William Tanuwijaya, Co-founder Traveloka Albert, dan Presiden Direktur Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Menkominfo menguraikan perkembangan usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) di Tanah Air. Menurut laman Startup Ranking, Indonesia menduduki urutan nomor lima dunia dengan jumlah start-up terbanyak, yakni 2.193 buah pada 2019, setelah Amerika Serikat, India, Inggris Raya (United Kingdom), dan Kanada. Posisi ini mengungguli negara-negara maju lain, yakni Jerman, Australia, Perancis, dan Spanyol.

Selain unggul dalam kuantitas, Indonesia juga tangguh dalam kualitas start-up. Indonesia kini punya empat unicorn (valuasi lebih dari US$ 1 miliar) dan satu decacorn (valuasi lebih dari US$ 10 miliar). Gojek saat ini punya valuasi perusahaan US$ 11 miliar, Tokopedia US$ 7 miliar, Traveloka US$ 4,5 miliar, OVO US$ 2,9 miliar, dan Bukalapak US$ 2,5 miliar.

Menurut Menkominfo, pemerintah RI memfasilitasi dan mengakselerasi tumbuhnya pelaku usaha bisnis digital tersebut. Pemerintah punya program Gerakan 1000 Start-up untuk mendukung pertumbuhan start-up lokal baru.

Pada level selanjutnya, ada Nexticorn, program untuk mencarikan start-up pendanaan seri B. Pada tahap tertinggi, pemerintah memberikan dukungan sepenuhnya bagi para unicorn dan decacorn melalui instrument pengembangan sumber daya manusia pendukung, regulasi, dan infrastruktur.

Peserta diskusi WEF yang hadir di Indonesia Pavilion juga mendapatkan rincian program-program yang telah digelar pemerintah untuk memberikan dukungan kepada tumbuhnya ekosistem tersebut. Pada pembangunan bidang infrastruktur, Kemenkominfo telah menyelesaikan pembangunan jaringan tulang punggung serat optic nasional Palapa Ring sepanjang 348.416 kilometer, mengelola 6 satelit dan menyiapkan pengaryaan 2 satelit baru, dan pendirian BTS 116.982 baru untuk menutup blankspot hingga kuartal III-2019.

Omnibus Law

Direktur Grup Lippo John Riady.
Direktur Grup Lippo John Riady.

Sementara itu, CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady menyatakan, rencana Presiden Joko Widodo untuk merampingkan banyak aturan yang menghambat investasi asing lewat undang-undang Omnibus (Omnibus Law) adalah game changer.

Omnibus Law diyakini akan mendorong pertumbuhan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Game changer bisa diartikan situasi atau ide yang mengubah atau mendobrak cara berpikir umumnya akan sebuah tatanan.

John menjelaskan, Omnibus Law tentang penciptaan tenaga kerja dan perpajakan, setelah disahkan oleh DPR, bisa berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sekitar 5% saat ini, serta membantu mengurangi pengangguran.

Hal itu disampaikan John saat diwawancarai oleh presenter Bloomberg TV, Haslinda Amin, di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, Selasa (21/1).

Menurut John, rebound dalam pertumbuhan Indonesia akan membantu bisnis Lippo mulai dari real estate sampai perawatan kesehatan. Dia menambahkan, peningkatan penjualan properti sedang berlangsung. Perusahaan real estate akan mendapatkan banyak manfaat dari pembangunan infrastruktur yang diluncurkan pemerintahan Jokowi selama lima tahun terakhir.

“Situasi makro Indonesia untuk 2020 sangat cerah. Momentum yang dimiliki Indonesia sangat sempurna untuk bisnis di mana kami berada,” ujar John.

John menyebut fokus bisnis grupnya dalam properti dan kesehatan, sedangkan sisa bisnis lainnya hanya sebagai investasi. Presiden Jokowi menempatkan Omnibus Law sebagai agenda utama dalam pemerintahannya periode kedua, yang ditargetkan untuk memicu pertumbuhan ekonomi.

RUU Omnibus akan merevisi 79 UU terpisah dari 1.244 pasal, dan akan merombak RUU ketenagakerjaan untuk mempermudah perusahaan mendapatkan izin dan mengendurkan aturan kepemilikan asing.

DPR RI telah mengesahkan 50 rancangan undang-undang (RUU) yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020 yang di dalamnya ada tiga RUU Omnibus Law, yakni RUU Cipta Lapangan Kerja, RUU Perpajakan, dan RUU tentang Ibu Kota Negara. Namun, hingga saat ini DPR belum menerima satu pun draf RUU omnibus law inisiatif dari pemerintah. (ant/sp/jn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN