Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Online Tiket Week (OTW) tiket.com untuk destinasi wisata ke Thailand. ( Foto: Istimewa )

Ilustrasi Online Tiket Week (OTW) tiket.com untuk destinasi wisata ke Thailand. ( Foto: Istimewa )

RI Kuasai Pasar Agen Perjalanan Online Asean

Selasa, 23 November 2021 | 18:09 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Indonesia menguasai pasar agen perjalanan online (online travel agent/OTA) Asean tahun ini, dengan kontribusi 40% tahun ini. Ini menunjukkan pasar OTA Indonesia sangat menggiurkan serta menjanjikan.

George Hendrata, CEO Global Tiket Network (Tiket.com), menegaskan, pasar perdagangan digital di Asean sangat besar. Berdasarkan laporan riset Google dan Temasek, nilai ekonomi digital Asean diprediksi mencapai US$ 120 miliar tahun ini. Dari jumlah itu, sebanyak 43% disumbangkan layanan transportasi, makanan, OTA, dan media digital.

Nilai itu, kata dia, akan terus membengkak dan menyentuh US$ 300 miliar pada 2025 sebelum menembus US$ 1 triliun pada 2030. Indonesia berperan besar di bisnis ini untuk kawasan Asia Tenggara. Indonesia adalah pasar e-commerce terbesar Asean sekaligus OTA, dengan kontribusi 40%.

George melanjutkan, bisnis OTA di Indonesia berpeluang terus tumbuh, seiring geliat pariwisata. Merujuk data IATA, Indonesia akan berada di peringkat empat dunia pada 2035.

“Ini sangat menantang dan Tiket.com siap mendukung prediksi tersebut. Sebab, semakin banyak turis, semakin banyak devisa yang masuk,” kata dia dalam Economic Outlook 2021 sesi diskusi Akselerasi Pembangunan Pariwisata 2022 yang digelar BeritaSatu Media Holdings, Selasa (23/11/2021).

George menilai, pariwisata Indonesia sangat berpeluang tumbuh pesat ke depan. Sebab, kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) masih kecil, sebesar 6%, di bawah Thailand 20% serta Singapura dan Tiongkok sebesar 12%.

Geliat pariwisata, kata dia, akan berdampak besar terhadap ekonomi pusat dan derah. Itu sebabnya, dia mengapresiasi langkah pemerintah pusat dan daerah mengendalikan pandemi Covid-19. Ini akan memberikan rasa aman masyarakat untuk berpergian dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Dia mengakui, sektor pariwisata, termasuk OTA sempat terpukul hebat pandemi Covid-19. Ini bisa dilihat dari amblesnya jumlah penumpang udara pada Mei 2020, ketika pandemi mulai merebak dan sejumlah pemerintah daerah menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu, kata dia, berimbas terhadap Tiket.com. Perusahaan ini bahkan harus menerima lonjakan refund hingga 50 kali. Akan tetapi, permintaah ini tetap dilayani Tiket.com.

Memasuki 2021, dia menyatakan, bisnis OTA membaik. Namun, begitu terjadi gelombang kedua Covid-19, bisnis kembali terkontraksi. Untungnya, saat ini, bisnis OTA sudah membaik.  “Kami yakin kuarta IV-2021, bisnis OTA tumbuh, apalagi tahun depan,” kata dia.

Okupansi hotel, demikian George, juga meningkat, setelah sempat melorot April 2020. Saat ini, rata-rata okupansi hotel mencapai 40%, mendekati level 2019 sebesar 55%. Okupansi dapat naik lagi, begitu Bali mulai diserbu turis asing dan lokal.

Dia mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang cukup tinggi. Targetnya, kuartal I-2022, vaksinasi sudah mencapai 100%. “Kami berharap hal ini akan mendorong orang berpergian lagi,” kata dia.

Tiket.com, George menerangkan, mendukung pemulihan sektor pariwisata nasional. Platform ini bertujuan memudahkan orang memesan tiket pesawat, hotel, hingga memberikan inspirasi perjalanan wisata.

Saat ini, dia mengungkapkan, Tiket.com sudah bekerja sama dengan 90 maskapai domestik dan global, 175 mitra rental kendaraan, jutaan kamar hotel, 10 ribu vila, atraksi, dan acara. Dengan modal ini, Tiket.com siap membantu memacu kembali sektor pariwisata.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN