Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kantor pusat European Investment Bank (EIB) di Luksemburg. (Foto: EIB)

Kantor pusat European Investment Bank (EIB) di Luksemburg. (Foto: EIB)

RI Minta European Investment Bank Gelontorkan Dana Lebih Besar, untuk Apa?

Sabtu, 10 September 2022 | 19:02 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan meminta European Investment Bank (EIB) menggelontorkan dana investasi yang lebih besar ke Indonesia dari rencananya yang sebesar 1 miliar euro per tahun atau setara Rp 14,9 triliun.

Permintaan tersebut sejalan dengan besarnya kebutuhan dana yang diperlukan untuk menjalankan komitmen Indonesia untuk menurunkan target emisi karbon.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan biaya transisi energi terbarukan Indonesia hingga tahun 2030 lebih dari Rp 4.152 triliun atau US$ 280 miliar. Dana sebesar itu akan digunakan untuk mencapai komitmen RI untuk menurunkan target emisi karbon sesuai Paris Agreement, yakni 29% dengan upaya sendiri dan 41% melalui dukungan internasional.

Baca juga: European Investment Bank Dukung Indonesia Antisipasi Perubahan Iklim

"Dengan dukungan internasional, itu akan membutuhkan lebih dari US$ 280 miliar dan itu sebabnya saya menyebutkan dana (EIB) sebesar 1 miliar euro tidak cukup,” tegasnya.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak peluang investasi energi hijau dan berkelanjutan yang dapat dijajaki oleh investor. Hal ini sudah tercermin dari komitmen Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim melalui Paris Agreement sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Namun, komitmen ini membutuhkan pembiayaan yang besar. Di sisi lain, APBN juga tidak cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karena itu, ia mengajak peran serta keterlibatan swasta hingga investor untuk mewujudkan komitmen ini.

"Komitmen ini memiliki implikasi tertentu terutama pada pembiayaan, tetapi juga dalam hal keahlian dalam melakukan ini. Kami akan menggunakan sumber daya kami sendiri (APBN), namun tentu kami akan mengundang sektor swasta dan jenis kerja sama ini (EIB) sangat, sangat dibutuhkan dan jelas diperlukan agar kami dapat memenuhi komitmen tersebut," tuturnya.

Baca juga: Transformasi Ekonomi, Bappenas Luncurkan Indeks Ekonomi Hijau

Sementara itu, Wakil Presiden EIB yang juga bertanggungjawab atas EIB Asia Tenggara, Kris Peeters mengatakan bahwa kesiapannya untuk mengalirkan dananya ke berbagai proyek hijau dan berkelanjutan di Indonesia senilai 1 miliar euro per tahun.

Komitmen tersebut disampaikan usai meresmikan kantor regional barunya untuk Asia Tenggara yang berlokasi di Jakarta pada Jumat (9/9/2022). Ini merupakan kantor ketiganya untuk kawasan Asia setelah Tiongkok dan India.

"Di Indonesia, kami sendiri siap untuk berinvestasi hingga 1 miliar euro dalam proyek setiap tahun, dan saya mengundang sektor publik serta swasta dan negara untuk mempertimbangkan undangan kami untuk bermitra dalam pembangunan hijau dan berkelanjutan yang ambisius dari negara dan ekonominya," ucapnya.

Kantor EIB di Jakarta akan memastikan bahwa pinjaman pembangunan yang diberikan bisa mempercepat pertumbuhan, membuat daerah perdesaan lebih sejahtera, mengubah kota menjadi pusat inovasi dan memperkuat ekonomi.

Di samping itu, kantor regional EIB akan berkontribusi untuk mendorong peluang investasi baru senilai jutaan dolar dalam proyek-proyek yang membantu kawasan ini mengatasi kebutuhan investasi hijau dan berkelanjutan.

Baca juga: Menkeu: Transisi Ekonomi Hijau Tak Mendorong Kemiskinan dan Pengangguran

"Kami ingin menjadikan diri kami sebagai mitra yang dapat diandalkan untuk Indonesia dan Asia Tenggara dan membantu memastikan untuk negara serta kawasan untuk tumbuh dan berkembang dengan cara yang hijau, berkelanjutan, dan memberdayakan, membatasi dampak perubahan iklim, serta memperkuat kemandirian nasional negara-negara mitra Uni Eropa," kata Kris Peeters.

EIB tengah membiayai proyek hijau untuk sektor sistem transportasi bus di Kota Batam dan Makassar. Proyek tersebut melalui fasilitas Financing Energi for Low-carbon Investments-Cities Advisory Facility (FELICITY) yang bekerja sama dengan GIZ Jerman. "Proyek transportasi perkotaan serupa sedang dipertimbangkan juga di Jakarta," jelasnya.

Dalam satu dekade terakhir, EIB telah berinvestasi di Asia Tenggara senilai 625 juta euro.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com