Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan

RI Sudah Lewati Titik Terendah Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 24 September 2020 | 14:54 WIB
Arnoldus Kristanus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

Jakarta, investor.id-Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2020 diperkirakan masih negatif, namun demikian laju pertumbuhan ekonomi nasional telah berada pada jalur positif. Indonesia telah melewati titik terendah perekonomian domestik pada kuartal II-2020, ketika itu pemerintah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kontraksi perekonomian pada kuartal II-2020 mencapai 5,32%.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, meskipun masih berada di posisi negatif tetapi laju pertumbuhan ekonomi sedang berada di jalur positif. “Kontraksi ekonomi terjadi hampir semua di negara. Beberapa negara sudah terjun ke dalam resesi. Tetapi yang perlu dilihat adalah trajectory ke depan. Kalau kami lihat Indonesia sudah relatif lebih baik dari polanya sudah melewati rock bottom pada kuartal dua,” kata Andry dalam media gathering secara virtual, Kamis (24/9).

Karena itu, masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Saat protokol kesehatan tidak dijalankan dengan baik maka penularan covid-19 akan kembali terjadi. Saat jumlah pasien covid-19 meningkat ada kemungkinan pemerintah menjalankan PSBB lagi sehingga memukul perekonomian pada kuartal tiga dan empat pada tahun ini. “Faktor positifnya, kita sudah masuk level terendah di bulan April dan Mei. Ini yang patut kita lihat walaupun sekarang flattening . Namun kalau kita lihat dari indikatornya posisi kontraksi ekonomi yang terdalam adalah di bulan April dan Mei,” jelas Andry.

Andry mengatakan, komponen yang paling berat pertumbuhannya adalah belanja rumah tangga dan investasi. Diperkirakan komponen belanja rumah tangga pada kuartal III-2020 akan mengalami kontraksi di kisaran 2-3%. Pemerintah akan menggenjot belanja bantuan sosial dan bantuan langsung tunai. Sebab, masyarakat kelas bawah memiliki rasio konsumsi yang tinggi. “Sehingga memiliki efek pengganda yang besar. Kalau cash transfer diberikan dalam jumlah besar otomatis dorongan ke pertumbuhan ekonomi juga akan relatif besar,” para Andry.

Perkembangan ekonomi sektoral pada kuartal III-2020 dan kuartal IV-2020 dibayangi risiko dampak penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta sejak 14 September dan risiko akibat peningkatan kasus covid-19. Secara sektoral, sektor-sektor jasa-jasa seperti, perdagangan, transportasi, hotel, restoran dan jasa-jasa perusahaan akan mengalami pemulihan yang relatif lambat dari perkiraaan semula akibat peningkatan kasus positif covid-19. “Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020 masih akan melihat realisasi dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta jumlah pasien covid-19. Kami memperkirakan pertumbuhan full year ekonomi Indonesia pada 2020 akan berada di kisaran -1% hingga -2%,” jelas dia.

Pendorong pertumbuhan ekonomi lainnya adalah RUU Cipta Kerja. Regulasi ini akan menjadi pendoorng investasi khususnya untuk investor asing yang akan menanamkan modal di Indonesia. “Saat omnibus law disetujui ini akan menjadi salah satu booster untuk masuknya modal ke Indonesia,” ucap Andry.

 

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN