Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (APDMET)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (APDMET)

Ridwan Kamil Lirik Potensi Migas Pertamina yang Tak Terpakai

Senin, 3 Oktober 2022 | 19:45 WIB
Euis Rita Hartati (erita_h@investor.co.id)

BANDUNG, investor.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (APDMET) mengatakan, pihaknya tengah melobi Pertamina agar agar sumur-sumur yang sudah ditinggalkan dapat dikelola oleh daerah dengan formula ekonomi.

"Ladang milik Pertamina yang jumlahnya ribuan ini yang saat ini sudah ditinggalkan oleh Pertamina karena hitungan produksinya sudah tidak masuk bisa buat daerah, mungkin ini nilainya receh tapi buat daerah, lumayan," jelas dia dalam focus group discussion (FGD) SKK Migas di Bandung, Senin (3/10).

Menurut pria yang disapa Kang Emil ini, sudah ada kesepakatan dengan Pertamina yang dalam waktu dekat akan diumumkan secara terbuka. “Yang penting bagi hasilnya jelas, tanggung jawab jelas dan selalu patokan kami adalah sila kelima Pancasila yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” jelasnya.

Dia mengaku, selama menjabat sebagai Ketua APDMET, berhasil mendapatkan bagi hasil sebesar Rp 300 miliar per tahun bagi Jawa Barat dari blok minyak ONWJ milik Pertamina di Karawang.

Dia ingin ada banyak daerah yang bisa merasakan manfaat langsung dari kegiatan operasi migas. “Skemanya masuk melalui BUMD. Ibaratnya, Pertamina yang punya mobil tua tidak terpakai, kita yang operasikan,kemudian bagi hasil," ujarnya.

Ridwan Kamil juga menyampaikan bahwa APDMET terus memperjuangkan participating interest 10 persen sebagai bagian dari upaya mensejahterakan daerah. Terkait dengan energi, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa ada 3 prinsip yang terus diperjuangkan yaitu murah, bersih dan berkelanjutan.

Menurutnya, saat ini daerah tengah bagaimaan melatih ketergantungan dari minyak ke gas yang jumlahnya banyak tetapi belum termanfaatkan dengan optimal, kemudian dilanjutkan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang patut disyukuri bersama bahwa Indonesia memiliki sumber EBT terbesar di dunia.

“SKK Migas punya tanggung jawab, bagaimana agar potensi gas yang besar tersebut dapat ditindaklanjuti dnegan transisi konversi gas bisa dimaksimalkan sebelum berada sebagai negara yang sepenuhnya menerapkan penggunaan EBT. Sehingga upaya mendorong penggunaan EBT juga harus sejalan dengan penggunaan energi gas yang lebih besar untuk mengurangi penggunaan minyak,” kata Ridwan Kamil

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Energy Watch yang hadir di acara yang sama mengatakan, aspirasi daerah  merupakan keinginan yang wajar  mengingat mereka melihat masih ada potensi yang dimiliki oleh lapangan migas tersebut.

"Makanya beberapa Pemda membuat BUMD Migas yang berfungsi menginvetori lapangan migas yang tidak terpakai sekaligus mereka mencoba mencari investor untuk mengelola lapangan migas tersebut," katanya.

Menurut dia, jika menggunakan dana APBD akan  sangat memberatkan karena migas  membutuhkan biaya besar dan penuh risiko. "Makanya salah satu opsi saya kira dengan KSO atau JO antara BUMD dengan pihak swasta," ujarnya.

 

 

Editor : Euis Rita Hartati (euis_somadi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com