Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Kelautan dan Perikanan  (KP) Edhy Prabowo sedang menggelar  Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo sedang menggelar Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

RI-Malaysia Bahas Manajemen Perbatasan Maritim

Selasa, 10 Desember 2019 | 16:05 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA - Dalam rangka memperkuat kerja sama sektor kelautan dan perikanan dengan negara tetangga, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo menerima kunjungan Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Dato’ Haji Muhyiddin Bin Haji Mohd Yassin dan Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Bakar, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 9 Desember lalu.Selama ini, hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia cukup baik dan kuat termasuk untuk sektor kelautan dan perikanan dimana kedua negara terus membahas mengenai manajemen perbatasan maritim.

Menteri Kelautan Edhy Prabowo mengatakan, kerja sama yang sudah terjalin perlu diperkuat dengan adanya Working Committee kedua negara. Ia juga berharap Indonesia dan Malaysia memperbanyak Nota Kesepahaman di bidang kelautan dan perikanan. Edhy menyoroti persoalan pelanggaran yang dilakukan nelayan- nelayan Malaysia saat melaut, persoalan perbatasan kawasan laut menurutnya ini perlu didiskusikan lebih lanjut agar tidak ada lagi nelayan Malaysia yang ditangkap dan ditahan karena dugaan melakukan illegal fishing.

Pihak Malaysia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan capacity building berupa pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan pelatihan (training) dan pengembangan SDM yang sudah diberikan.“Malaysia bukan orang lain dan bertetangga dengan Indonesia, untuk semua urusan kelautan dan perikanan sama-sama sudah mengerti,” ujar dia dalam keterangan resmi, di Jakarta, Selasa (10/12).

Soal adanya nelayan Malaysia yang terjerat hukum di Indonesia, Edhy berjanji akan mencarikan jalan keluar terbaik dan ia tidak ingin hubungan kedua negara terganggu karena urusan nelayan. Ia berpendapat, perlu adanya perlakuan yang lebih baik kepada para awak kapal/nelayan yang ditahan kedua negara.

Indonesia telah berupaya untuk memberikan perlakuan yang baik dan manusiawi kepada awak kapal/nelayan Malaysia yang ditahan di Indonesia. Indonesia mengharapkan Malaysia juga dapat memberikan perlakuan yang serupa kepada para awak kapal/nelayan Indonesia yang ditahan di Malaysia.

Terkait dengan penegakan hukum di wilayah perbatasan maritim, Indonesia dan Malaysia telah menandatangani Mou in Respect of Common Guidelines Concerning Treatment of Fishermen by Maritime Law Enforcement Agencies of The Republic Indonesia and Malaysia pada 27 Januari 2012.

Edhy menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Malaysia atas kesepakatan yang sudah dicapai bersama pada The 6th Review Meeting on The Implementation of The Mou In Respect Common Guidelines di Pulau Pinang pada 9-10 November 2018.

Kesepakatan yang dimaksud adalah revisi standar pelaporan aktivitas inspeksi, pengusiran dan penahanan sebagai bagian dari Common Best Practices untuk mengakomodir isu yang tidak diatur dalam Mou misalnya isu keabsahan dokumen kapal dan izin kerja ABK.

Edhy juga menyampaikan penghargaan terhadap aparat penegak hukum di laut dari kedua negara yang telah sepakat untuk menahan diri dari manuver yang membahayakan keselamatan bersama dalam insiden penangkapan kapal ikan di unresolved maritime boundary.

Juga, membahas mengenai kerja sama untuk memperkuat sumber daya manusia. Indonesia mempunyai banyak penemuan penemuan yang mungkin Malaysia bisa kembangkan.Di sektor perikanan, Indonesia juga fokus untuk membangun perikanan akuakultur dan mengajak Malaysia untuk bergabung.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN