Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri LHK Siti Nurbaya. Sumber: BSTV

Menteri LHK Siti Nurbaya. Sumber: BSTV

Rp 1,3 Triliun untuk Musnahkan Limbah Medis Covid-19

Rabu, 28 Juli 2021 | 14:23 WIB
Lenny Tristia Tambun

JAKARTA, investor.id  – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk memusnahkan limbah medis Covid-19 yang saat ini volumenya mencapai 18.460 ton.

Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam keterangan pers seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Jokowi secara virtual, Rabu (28/7/2021).

Meski belum diketahui, alokasi anggaran untuk pengelolaan sampah medis Covid-19 akan diambil dari mana, Siti menegaskan dana itu ada di beberapa pos anggaran di Satgas Covid-19, Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Arahan bapak Presiden tadi, dengan fasilitas dan dukungan anggaran yang ada, apakah dari dana Satgas Covid-19, dari dana DBH, DAU, bisa dipakai kira-kira diproyeksikan masih ada Rp 1,3 triliun,” kata Siti Nurbaya.

Anggaran ini, lanjut Siti, diminta Jokowi dapat digunakan untuk membangun alat-alat pemusnah sampah atau limbah medis Covid-19, baik itu berupa incinerator maupun shredder.

“Arahan bapak Presiden, ini akan diintensifkan lagi, yaitu kita bangun alat-alat pemusnah, apakah itu incinerator ataukah shredder. Ini harus segera direalisasikan dan diperintahkan bapak Presiden untuk segera dilaksanakan,” ujar Siti Nurbaya.

Penggunaan anggaran tersebut, menurut Siti akan dibahas lebih lanjut oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko serta Kementerian LHK bersama semua kementerian yang terlibat.

“Jadi anggaran ini diminta bapak presiden segera digunakan untuk membuat sarana-sarana terutama incinerator dan sebagainya. Nanti akan dibahas oleh Pak Menko dengan Kepala BRIN dan Kementerian LHK dan semua kementerian yang terlibat,” terang Siti Nurbaya.

Siti mengungkapkan kalangan asosiasi rumah sakit memperkirakan rata-rata limbah medis Covid-19 cukup besar, yakni mencapai 383 ton per hari. Memang volume limbah medis per harinya masih dibawah dengan kapasitas pengolahan limbah B3 yang mencapai 493 ton per hari. Hanya saja, fasilitas pengolahan limbah B3 terpusat di Pulau Jawa.

Melihat permasalahan tersebut, Siti menerangkan Presiden memberikan arahan agar semua instrumen untuk menghancurkan limbah medis yang infeksius harus segera diselesaikan.

Diakuinya, ada banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki alat pemusnah sampah medis berupa incinerator yang belum berizin. Karena itu, Kementerian LHK memberikan relaksasi untuk incinerator yang belum mengantongi izin operasional.

“Jadi selain izin dipercepat, juga relaksasinya, incinerator yang belum punya izin diperbolehkan beroperasi, dengan syarat suhunya 800 derajat celcius dan terus diawasi Kementerian LHK,” ungkap Siti Nurbaya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN