Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.  Sumber: BSTV

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sumber: BSTV

Rp 700 Triliun Dibelanjakan di Kuartal III

Kamis, 13 Agustus 2020 | 14:11 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id) ,Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan PEN menegaskan, triwulan III akan sangat menentukan kinerja ekonomi kita. Pemerintah akan terus memacu penyerapan anggaran, termasuk untuk program PEN, hingga akhir tahun ini untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan, dari sekitar Rp 2.700 triliun anggaran APBN 2020 yang disiapkan, termasuk anggaran PEN, sampai Juni lalu realisasi belanja pemerintah Rp 1.000 triliun.

Rasio M2 terhadap PDB berbagai negara
Rasio M2 terhadap PDB berbagai negara

“Triwulan III ini penentuan bagi kita. Dari Rp 2.700 triliun anggaran yang disiapkan, termasuk anggaran PEN, sampai Juni pemerintah sudah membelanjakan Rp 1.000 triliun. Di triwulan III-IV kita harapkan bisa membelanjakan Rp 1.700 triliun, yakni Rp 700 triliun di triwulan III dan Rp 1.000 triliun di triwulan IV,” katanya dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Rakerkonas Apindo) 2020, yang disiarkan daring, Rabu kemarin.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Ia mengatakan, penyerapan anggaran perlu dipacu untuk memompa pertumbuhan di triwulan III-2020, setelah pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi 5,32 persen pada triwulan II lalu. Airlangga mengatakan, pemacuan belanja itu juga dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Ia optimistis, dengan memacu belanja pemerintah di setiap kementerian, maka perekonomian bisa kembali masuk jalur positif.

Perkembangan pengangguran di Indonesia
Perkembangan pengangguran di Indonesia

“Meski ekonomi Indonesia tercatat tumbuh negatif, mulai dari sisi konsumsi, belanja pemerintah, hingga penurunan ekspor dan impor, namun masih ada sejumlah sektor yang tumbuh positif di tengah perlambatan yang terjadi. Pertumbuhan positif masih tercatat dari sektor informasi dan telekomunikasi, utilitas air, jasa kesehatan, real estate, pertanian, jasa pendidikan serta jasa keuangan. Sementara itu, sejumlah sektor yang paling terpukul yakni akomodasi, makanan dan minuman, serta transportasi darat, laut dan udara,” paparnya.

Airlangga juga mengatakan, dari berbagai proyeksi di 2021, hampir berbagai institusi memprediksi ekonomi Indonesia berada dalam jalur hijau atau positif.

Perkembangan gini ratio
Perkembangan gini ratio

Ia pun memohon dukungan dari para pemangku kepentingan terkait, termasuk dunia usaha. Sedangkan Deputi Komisioner Humas dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo menjelaskan, peran OJK dalam hal pemulihan ekonomi nasional adalah memberikan stimulus terhadap industri keuangan untuk bisa tetap bertahan di tengah pandemic Covid-19.

Angka kemiskinan nasional
Angka kemiskinan nasional

“Stimulus restrukturisasi kredit ditujukan kepada debitur terdampak Covid-19 untuk mendapat keringanan angsuran. OJK dengan regulasinya memastikan industri jasa keuangan tetap berjalan dan karena masyarakat tidak bisa memenuhi kewajibannya pada bank, maka diberi relaksasi restrukturisasi kredit. Kemudian, pemerintah melalui fiskalnya membuat beragam stimulus, masyarakat yang terdampak diberi bansos (bantuan sosial), subsidi bunga, dan bantuan langsung tunai atau BLT,” ujar Anto kepada Investor Daily, Jakarta, Rabu (12/8).

Sementara itu, Piter Abdullah menyampaikan, fokus pemerintah dan otoritas seharusnya bukan menghindari resesi. Selama masih ada wabah, resesi itu tidak terelakkan.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah

“Berbagai bantuan untuk masyarakat dan dunia usaha dibutuhkan bukan untuk menghindari resesi pada tahun ini. Tetapi, lebih untuk meningkatkan ketahanan, agar masyarakat setidaknya bisa bertahan, begitupun dunia usaha. Dengan demikian, perekonomian bisa bangkit kembali ketika wabah berlalu. Jadi, tidak usah panic dengan resesi, semua Negara mengalami resesi. Kebijakankebijakan pemerintah dan otoritas saya kira sudah on the track, yang penting segera direalisasikan,” kata dia kepada Investor Daily, Rabu (12/8) malam. (try/ ark/is/en/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN