Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana sejumlah jalan protokol di Jakarta yang tergenang air dan sempat melumpuhkan moda transportasi, Rabu (1/1/2020). Di awal 2020, kawasan Jabodetabek seharian diguyur hujan yang mengakibatkan ruas jalan dan pemukiman penduduk banjir. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

Suasana sejumlah jalan protokol di Jakarta yang tergenang air dan sempat melumpuhkan moda transportasi, Rabu (1/1/2020). Di awal 2020, kawasan Jabodetabek seharian diguyur hujan yang mengakibatkan ruas jalan dan pemukiman penduduk banjir. Foto: Investor Daily/David Gita Rosa

TAK MAMPU REDAM BANJIR

Ruang Terbuka Hijau Jakarta 9,98%, Singapura di Atas 32%

Jumat, 10 Januari 2020 | 10:19 WIB
Investor Daily

JAKARTA,investor.id - Minimnya fungsi ruang terbuka hijau dan biru di Jakarta menyumbang pengaruh signifikan dalam peristiwa banjir yang menimpa ibu kota beberapa waktu terakhir ini. Staf Khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air Firdaus Ali menjelaskan, ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta saat ini belum mampu mengamankan ibu kota dari banjir. Demikian pula, ruang terbuka biru seperti waduk dan bendungan yang jumlahnya masih sangat minim, belum mampu meredam banjir.

“Ruang terbuka hijau kita baru 9,98% kurang dari syarat minimum 30%. Sementara ruang terbuka biru hanya 0,42% dari minimum 5%. Artinya, ruang terbuka hijau Jakarta baru sepertiganya, sedangkan ruang terbuka birunya lebih sadis lagi hanya seperpuluhnya,” jelas Firdaus kepada Investor Daily, Kamis (9/1).

Firdaus  mengilustrasikan Singapura yang luasnya hanya 752 km2 dan dihuni 4,9 juta jiwa, memiliki ruang terbuka hijau di atas 32% serta ruang terbuka birunya 7,5%.

“Sedangkan Jakarta yang luasnya 662 km2 dengan jumlah penduduk hampir 13 juta, ruang terbuka hijaunya minim sekali. Parahnya lagi, Jakarta harus menampung limpasan dari hulu 13 sungai.

Ini yang paling berat dari Jakarta,” tutur dia.

Sementara itu, intensitas hujan tinggi yang melanda Jakarta selama sepekan terakhir menyebabkan sebagian wilayahnya terendam banjir. Selain belum maksimalnya fungsi ruang terbuka hijau dan biru, kata Firdaus, perubahan tata guna lahan, sistem drainase yang lamban mengalirkan air, penurunan muka tanah juga disinyalir telah memicu terjadinya banjir.(c01)

Editor : Trimurti (trimurti@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN