Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BTN menyalurkan dana FLPP sebanyak 30 ribu unit. Dana ini FLPP sudah habiskan pada bulan April ini

BTN menyalurkan dana FLPP sebanyak 30 ribu unit. Dana ini FLPP sudah habiskan pada bulan April ini

Rumah Subsidi Dongkrak Pertumbuhan BTN

Imam Mudzakir, Minggu, 17 Mei 2020 | 11:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Dampak Covid-19 yang melanda Indonesia meski belum berakhir, PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk optimistis bahwa program subsidi pemerintah untuk sejuta rumah pada tahun 2020 sebesar 337 ribu unit bisa tercapai.

“Awalnya kami pesimistis dengan pertumbuhan KPR subsidi, sebab pada kuartal I 2020 ini terjadi pandemi. Namun pihaknya beruntung karena pemerintah kembali memberikan stimulus untuk menyalurkan KPR skema Subsidi selisih bunga (SSB),” ungkap Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury, dalam siaran teleconference Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal I/2020 di Jakarta, Jumat (15/5).

Pahala menjelaskan, Pada tahun 2020 pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 11 triliun dengan program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)  sebanyak 102.500 unit rumah dan program BP2BT (Bantuan pembiayaan Perumahan berbasis Tabungan) dengan totalnya 150 ribu unit.

“BTN menyalurkan dana FLPP sebanyak 30 ribu unit. Dana ini FLPP sudah habiskan pada bulan April ini,” katanya.

Kemudian pemerintah memberikan stimulus dengan menggelontorkan dana sebesar Rp1,5 triliun pada saat pandemi Covid-19 ini untuk mendorong rumah rumah rakyat dengan skema SSB (subsidi selisih bunga) yang diperkirakan untuk 146.000 unit rumah.

“Sehingga BTN diperkirakan akan menyalurkan kredit sebesar Rp22 triliun untuk rumah subsidi,” katanya.

Pahala mengatakan bahwa, saat ini penopang terbesar pertumbuhan kredit Bank BTN yakni segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Segmen yang menempati porsi sebesar 44,53% dari total kredit BTN, mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,57% yoy dari Rp101,9 triliun pada kuartal I/2019 menjadi Rp112,78 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Pada segmen KPR Non-subsidi yang menempati porsi sebanyak 31,58% terekam penyaluran kredit sebesar Rp79,99 triliun pada kuartal I/2020. Secara total, kredit di sektor perumahan di Bank BTN mencatatkan kenaikan sebesar 4,14% yoy dari Rp219,73 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp228,82 triliun di bulan yang sama tahun ini.

Segmen kredit non-perumahan juga mengalami kenaikan sebesar 9,05% yoy dari posisi sebesar Rp22,41 triliun pada 31 Maret 2019 menjadi Rp24,43 triliun di periode yang sama tahun ini. Kenaikan terbesar di segmen ini ditopang melesatnya penyaluran kredit korporasi sebesar 87,75% yoy menjadi Rp6,54 triliun pada 31 Maret 2020.

“Kami optimistis tetap mampu mencatatkan kinerja on track kendati kondisi industri perbankan dan ekonomi nasional tengah mengalami kontraksi akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),” katanya. 

Pahala mengatakan, dampak dari penyebaran Covid-19 telah terlihat di berbagai sektor pada kuartal I/2020. Berbagai strategi yang telah dijalankan perseroan sejak tahun lalu, lanjutnya, menjadi bantalan cukup tebal untuk mempertahankan kinerja positif di Bank BTN. Menutup kuartal I/2020, data keuangan Bank BTN merekam perseroan menghasilkan pendapatan bunga senilai Rp6,17 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN