Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Lippo Karawaci Tbk. Foto: Perseroan.

PT Lippo Karawaci Tbk. Foto: Perseroan.

CEO LPKR JOHN RIADY:

Rumah Tapak & Logistik Dua Subsektor Properti Paling Tumbuh Saat Pandemi 

Rabu, 6 Oktober 2021 | 19:31 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id  - Di tengah pandemi Covid-19, CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady melihat rumah tapak dan logistik merupakan 2 subsektor properti yang cenderung tumbuh.

"Menurut saya, sektor properti tumbuh positif. Yang paling atraktif ialah subsektor rumah tapak," jelasnya dalam webinar Investing In The Future of Indonesia Technology and Consumer with John Riady, yang diselenggarakan oleh Indonesia Investment Education, baru-baru ini.

"Hal itu tercermin dari meningkatnya penjualan sejumlah perusahaan properti yang menunjukkan permintaan masyarakat terhadap kepemilikan rumah semakin tinggi. Bahkan, realisasi pra-penjualan LPKR mampu tumbuh 122% YoY (year on year) di Semester I/2021,” kata John dalam rilis yang diterima Rabu (6/10/2021).

John Riady (Foto Beritastu Photo/Defrizal)
John Riady (Foto Beritastu Photo/Defrizal)

Melihat tingginya permintaan dan penjualan rumah tapak, lanjut John, LPKR merevisi target pra-penjualan tahun 2021 menjadi Rp4,2 triliun dari proyeksi awal tahun sebesar Rp3,5 triliun. Jika target ini berhasil dicapai, pra-penjualan tahun 2021 naik 7% YoY dibandingkan dengan realisasi pra-penjualan tahun 2020 yang sebesar Rp 2,67 triliun.

“Sampai dengan bulan Agustus 2021, LPKR telah berhasil membukukan pra-penjualan sebesar Rp3,1 triliun dimana pencapaian tersebut didukung oleh peluncuran produk rumah tapak dengan harga terjangkau di Lippo Village dan penjualan yang sama baiknya pada anak usaha perusahaan," lanjutnya.

John menambahkan, Indonesia saat ini tengah memasuki era golden age of home ownership. Pasalnya, suku bunga mortgage berada di tingkat rendah dan PDB per kapita hampir mencapai US$4.000. Di sisi lain, tingkat kepemilikan rumah masih rendah, misalnya di DKI Jakarta sendiri masih sekitar 45%.

"Banyak negara dengan PDB per kapita US$3.000-US$4.000 atau di bawahnya bahkan tingkat kepemilikan rumahnya lebih tinggi. India misalnya, tingkat kepemilikan rumah sudah 80%," tuturnya.

"Dengan asumsi tingkat kepemilikan rumah di Indonesia saat ini 50%, dalam sekitar 10 tahun ke depan setidaknya bertambah 20% menjadi 70%. Bila jumlah kepala keluarga 60 juta, artinya ada penambahan kebutuhan rumah 20% atau sekitar 12 juta rumah dalam 10 tahun ke depan. Estimasinya, dalam 1 tahun, kebutuhan rumah bertambah 1 juta. Itu peluang pasar properti yang sangat menarik, karena kapasitas LPKR baru suplai sekitar 3.000 rumah per tahun," jelasnya.

Waterfront Estates, salah satu proyek PT Lippo Cikarang Tbk. Foto: Perseroan.
Waterfront Estates, salah satu proyek PT Lippo Cikarang Tbk. Foto: Perseroan.

John juga mengatakan, subsektor logistik tumbuh cukup baik di tengah pandemi Covid-19 karena terdorong industri e-commerce. Di kawasan industri PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) misalnya, sekitar 20%-30% pembeli mengembangkan lahan untuk pergudangan. LPCK sendiri merupakan anak usaha LPKR.

"Logistik juga cukup bagus perkembangannya, karena ada pertumbuhan permintaan pergudangan (warehouse)," tegasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN