Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah tapak. Foto ilustrasi: IST

Rumah tapak. Foto ilustrasi: IST

Rumah Tapak Penggerak Properti di Indonesia

Kamis, 5 Agustus 2021 | 21:48 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti Colliers International menyebutkan bahwa di tengah kondisi Pandemi Covid-19, rumah tapak (landed house) dengan harga terjangkau akan menjadi penggerak sektor properti di Indonesia pada kuartal berikutnya.

Kebijakan pemerintah memberikan keringanan atas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang rencana diperpanjang sampai Desember 2021 bakal meningkatkan sektor properti untuk terus tumbuh.

“Ada perkembangan positif bagi industri properti Indonesia, Kementerian Keuangan memperpanjang keringanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari akhir Agustus 2021 hingga akhir Desember 2021. Langkah tersebut, yang memberikan keyakinan 100 % untuk perumahan yang terjangkau,” kata Steve Atherton, Director, Capital Markets & Investment Services Indonesia, dalam siaran pers, Kamis (5/8).

Sebelumnya, Konsultan properti JLL menyebutkan rumah tapak (landed house) masih menjadi salah satu sektor yang bertahan pada saat pandemi Covid-19. Kebutuhan akan hunian masih sangat tinggi termasuk juga pergudangan.

“Rumah tapak masih menjadi salah satu sektor yang bertahan di tengah pandemi. Minat pasar terlihat masih cukup tinggi merespon peluncuran produk baru yang dilakukan oleh pengembang,” kata Head of Advisory JLL, Vivin Harsanto.

Vivin melihat bahwa, permintaan hunian tapak ini masih didominasi oleh pengguna (end-user) dan keterjangkauan harga menjadi salah satu faktor yang membuat sektor ini tetap memiliki performa yang baik.

“Selain itu, insentif PPN, relaksasi LTV, disertai dengan promosi dari pengembang dan penawaran cara pembayaran yang variatif juga menunjang keberhasilan penjualan rumah tapak,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN