Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan Rumah Tapak. Foto ilustrasi: IST

Pembangunan Rumah Tapak. Foto ilustrasi: IST

Rumah Tapak & Pergudangan Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Senin, 26 Juli 2021 | 21:35 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Konsultan properti JLL menilai bahwa, rumah tapak (landed house) dan kawasan pergudangan masih menjadi salah satu sektor yang bertahan pada saat pandemi Covid-19. Kebutuhan akan hunian masih sangat tinggi termasuk juga pergudangan.

“Rumah tapak masih menjadi salah satu sektor yang bertahan di tengah pandemi. Minat pasar terlihat masih cukup tinggi merespon peluncuran produk baru yang dilakukan oleh pengembang,” kata Head of Advisory JLL, Vivin Harsanto dalam acara media briefing, baru baru ini.

Vivin melihat bahwa, permintaan hunian tapak ini masih didominasi oleh pengguna (end-user) dan keterjangkauan harga menjadi salah satu faktor yang membuat sektor ini tetap memiliki performa yang baik.

“Selain itu, insentif PPN, relaksasi LTV, disertai dengan promosi dari pengembang dan penawaran cara pembayaran yang variatif juga menunjang keberhasilan penjualan rumah tapak.” Katanya.

Sementara itu, Head of Industrial Farazia Basarah menambahkan, selain hunian tapak yang masih bertahan di tengah kondisi ekonomi melemah akibat Covid-19 ini. Sektor pergudangan juga masih tetap bertahan.

Menurut Farazia, empat gudang modern berlokasi di Jakarta dan koridor sebelah timur Jakarta selesai dibangun pada triwulan kedua. Mengingat keterbatasan pasokan di Jabodetabek, penambahan gudang-gudang baru ini direspon cukup baik oleh para tenant, khususnya penyedia jasa logistik dan e-commerce. Hal ini terlihat dari permintaan yang cukup sehat sehingga membuat tingkat hunian rata-rata cenderung stabil di angka 90%.

“Selain ruang pergudangan, permintaan data centre atau pusat data juga menjadi daya tarik bagi para investor dan pelaku bisnis baik lokal maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Country Head JLL James Allan menyebutkan, investor lokal dan asing masih terlihat cukup aktif di beberapa sektor properti, seperti logistik, pusat data (data centre), dan residensial, khususnya rumah tapak. Potensi sosio ekonomi yang dimiliki Indonesia dan peningkatan penetrasi internet maupun kebiasaan belanja daring menjadi salah satu faktor yang menarik para investor.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN