Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mata uang dolar AS di antara mata uang rupiah di sebuah penukaran uang di Jakarta.  Foto:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Mata uang dolar AS di antara mata uang rupiah di sebuah penukaran uang di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Rupiah Melemah Menyusul Perpanjangan Kebijakan PPKM

Selasa, 10 Agustus 2021 | 10:16 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (10/8) pagi bergerak melemah seiring perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah.

Rupiah dibuka melemah 20 poin atau 0,14% ke posisi Rp 14.383 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.363 per dolar AS.

"Dominasi tekanannya masih di US dolar kelihatannya, apalagi masih ada data inflasi yang ditunggu pekan ini, yang mungkin bisa semakin menggerakan US dolar dengan rilisnya apakah nantinya bisa menggerakan keputusan perubahan kebijakan The Fed lebih cepat atau tidak," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia, Selasa (10/8).

Data tenaga kerja AS yang optimistis memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS The Federal Reserve AS akan segera memangkas pembelian obligasi.

Sementara itu, dari dalam negeri, pemerintah kembali memutuskan untuk memperpanjang PPKM level 4, 3 dan 2 di wilayah Jawa-Bali pada 10-16 Agustus 2021. Alasan perpanjangan tersebut adalah karena kebijakan sebelumnya yang dilakukan pada 2-9 Agustus di Jawa Bali menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Pemerintah mengeklaim, telah terjadi penurunan jumlah kasus baru Covid-19 hingga 59,6% dari puncak kasus pada 15 Juli 2021 yang lalu.

"Terkait PPKM Jawa Bali, jika dilihat kasus positif hariannya mulai menunjukan hasil baik ya setelah sebulan lebih dilaksanakan PPKM. Jadi, perpanjangan PPKM bisa saja berdampak cukup positif terhadap nilai tukar rupiah karena penurunan kasus yang mulai terlihat, apalagi di Jakarta," ujar Nikolas.

Jumlah kasus harian Covid-19 di Tanah Air semakin turun di mana pada Senin (9/8) kemarin jumlah kasus baru mencapai 20.709 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3,68 juta kasus.

Meski demikian, jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 masih tinggi yaitu bertambah 1.475 kasus sehingga totalnya mencapai 108.571 kasus. Sementara itu, sebanyak 3,13 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif Covid-19 mencapai 448.508 kasus.

"Jika menguat next stop-nya mungkin di sekitar Rp 14.200, tapi jika melemah bisa saja kembali dekati Rp 14.500 lagi," kata Nikolas.

Pada Senin (9/8) kemarin, rupiah ditutup terkoreksi 10 poin atau 0,07% ke posisi Rp 14.363 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.353 per dolar AS.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN