Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembangunan rumah susun (Rusun) di Pasar Jumat. Sumber: PUPR

Pembangunan rumah susun (Rusun) di Pasar Jumat. Sumber: PUPR

Rusun Pasar Jumat Ditargetkan Akhir Juli 2020 Tuntas

Selasa, 7 Juli 2020 | 13:03 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa progres pembangunan rumah susun (Rusun) di Pasar Jumat sudah mencapai 90%, dan ditargetkan rusun tersebut selesai akhir Juli ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungan lapangan ke lokasi proyek menyatakan bahwa, dengan adanya penyediaan hunian yang layak berupa rusun dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas masyarakat dalam bekerja, sekaligus sebagai persiapan menghadapi tatanan baru (new normal).

“Pembangunan rusun di samping untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), juga diperuntukkan bagi para mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri,” kata Basuki, dalam siaran pers, Selasa (7/7/2020).

Menteri PUPR juga meminta kepada PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana, untuk segera menyelesaikan pembangunan Rusun tersebut dengan tetap menjaga kualitas agar bisa dimanfaatkan ASN dengan baik.

Dalam tinjauan tersebut Menteri Basuki didampingi Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH melakukan pengecekan lapangan ke unit hunian di lantai 3, kesiapan lift, tangga darurat, tempat parkir dan landscape bangunan.

Pembangunan rumah susun (Rusun) di Pasar Jumat. Sumber: PUPR
Pembangunan rumah susun (Rusun) di Pasar Jumat. Sumber: PUPR

Rusun Pasar Jumat merupakan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Rusun tersebut dibangun di atas lahan Komplek Perumahan Kementerian PUPR seluas 5.300 meter persegi tersebut berada tidak jauh dari Stasiun moda transportasi berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) atau Moda Raya Terpadu di Lebak Bulus, Jakarta.

Kehadiran Rusun berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang lokasinya dekat dengan transportasi publik diharapkan memberikan nilai efisiensi tinggi bagi masyarakat perkotaan, khususnya para ASN. Diharapkan konsep hunian terintegrasi ini dapat lebih banyak dikembangkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia, sehingga dapat menurunkan angka backlog pemilikan dan penghunian rumah sekaligus meningkatkan kualitas hunian yang layak.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH menyatakan progres fisik pembangunan Rusun Pasar Jumat hingga saat ini sudah sekitar 90%. Ditargetkan pada akhir bulan Juli 2020 seluruh pekerjaan konstruksi bangunan sudah rampung.

Luas bangunan utama Rusun Pasar Jumat sekitar 2.800 meter persegi terdiri dari 18 lantai yakni 16 lantai untuk hunian sebanyak 460 unit dan 2 lantai untuk fasilitas bermain anak dan fasilitas umum yang berada di lantai 1 dan 2. Untuk menambah kenyamanan penghuni, setiap unit pada Rusun Pasar Jumat didesain dengan tipe 36 yang dilengkapi dengan fasilitas 1 kamar utama, 1 kamar anak, ruang tamu, kamar mandi shower dan toilet duduk, dan ruang jemur pakaian dengan daya listrik 2.200 KWh.

Pembangunan Pasar Jumat menerapkan sistem teknologi beton ringan precast lantai dan dinding. Untuk precast pada lantai menggunakan Hollow Core Slab (HCS) dan untuk precast pada dinding menggunakan Lightweight Cement Wall (LCW) sebagai wujud kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia.

LCW merupakan salah satu inovasi material beton ringan dan sangat efisien dari sisi waktu kerja dengan kualitas kedap suara, tahan api, dan tes beban yang cukup banyak. Sementara HCS sebagai salah satu terobosan dalam konstruksi lantai beton untuk bangunan bertingkat yang menggunakan sistem prategang dimana kabel ditarik terlebih dahulu pada suatu dudukan khusus yang telah disiapkan dan kemudian dilakukan pengecoran.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN