Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid (kemeja putih).

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid (kemeja putih).

Rusun Pasar Rumput Senilai Rp 961 Miliar Diperuntukan bagi MBR

Imam Mudzakir, Senin, 10 Februari 2020 | 17:01 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerahkan pengelolaan sementara Rusun Pasar Rumput ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Saat ini proses pembangunan Rusun Pasar Rumput telah selesai dan sejumlah pedagang pun telah menempati kios-kios yang ada, namun untuk penghunian unit Rusun nantinya akan dikelola Pemprov DKI Jakarta.

“Kami telah berkoordinasi dan melakukan serah terima pengelolaan Rusun Pasar Rumput dari Kementerian PUPR ke Pemprov DKI Jakarta. Saya harap Pemprov DKI Jakarta juga bisa segera mempercepat proses penghuniannya,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, dalam siaran pers, Senin (10/2).

Khalawi menjelaskan, meskipun pengelolaannya telah menjadi kewenangan Pemrov DKI Jakarta, pihaknya juga tengah memproses serah terima asetnya. Diharapkan Rusun tersebut bisa bermanfaat untuk penyediaan hunian layak bagi masyarakat di Ibukota Jakarta serta mendukung penataan dan normalisasi Sungai Ciliwung.

“Rusun Pasar Rumput juga ditujukan untuk masyarakat yang terkena dampak relokasi permukiman kumuh di sepanjang daerah aliran sungai Ciliwung yang berada di sepanjang sempadan dan sungai mulai dari Pintu Air Manggarai sampai jembatan MT Haryono Cawang,” terangnya.

Pada kunjungan tersebut, Khalawi meninjau sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang tersedia. Selain itu, dirinya juga berbincang-bincang dengan sejumlah pedagang melihat kios, memeriksa kondisi lift dan unit hunian serta Mesjid Jami Al Barkah yang ada di Rusun tersebut.

Konsep pembangunan Rusun Pasar Rumput adalah mixed used. Selain itu, adanya integrasi sarana transportasi dan hunian yakni tersedianya Halte Transjakarta di depan Rusun Pasar Rumput tentunya akan mempermudah masyarakat dan mengurangi mobilitas keseharian masyarakat dan mengurangi kemacetan di jalan raya karena penggunaan angkutan umum.

“Pembangunan Rusun Pasar Rumput ini kami laksanakan juga sebagai cara untuk mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk membangun hal yang sama di pasar tradisional lainnya,” katanya.

Khalawi menambahkan, pemerintah serius membangun Rusun Pasar Rumput ini sebagai upaya untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat di DKI Jakarta. Selain lokasinya yang strategis, bangunan ini juga dapat mendorong generasi milenial untuk tinggal di hunian vertikal.

“Jadi Rusun Pasar Rumput ini bisa sama dengan mixed use antara condominium atau apartemen yang jadi satu dengan mall atau plaza. Bisa dikatakan Rusun Pasar Rumput ini adalah 'Rusunawa Rasa Apartemen' buat masyarakat di Jakarta," tandasnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Rusun Pasar Rumput, Sarah Wiyati mengungkapkan rasa senangnya karena bisa berjualan di Rusun tersebut. Dirinya optimistis ke depan omsetnya akan semakin bertambah apabila unit hunian di Rusun tersebut telah terhuni.

“Saya senang bisa jualan lagi di Rusun Pasar Rumput ini. Kalau sekarang memang belum terlalu ramai, tapi saya yakin kalau sudah terhuni unitnya semua pasti ramai dan dagangan saya jadi laku,” harapnya.

Rusun Pasar Rumput dibangun oleh Satker Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya, Konsultan Perencana PT. Adhika Karsa Pratama, dan Manajemen Konstruksi PT. Ciriajasa Cipta Mandiri. Total anggaran pembangunan tiga menara dengan ketinggian 25 lantai tersebut adalah Rp 961,4 miliar.

Beberapa fasilitas yang ada di Pasar Rumput ini antara lain adalah pasar di lantai 1 dan 2 dengan total luas 12.433 meter persegi. Jumlah kios basah dan kering adalah 1.314 unit. Sedangkan di lantai 3 tersedia fasilitas umum dan fasilitas sosial dengan luas 6.302 meter persegi.

Adapun unit hunian tersedia mulai lantai 4 hingga 25. Luas bangunan untuk hunian secara keseluruhan adalah 119.325 meter persegi dengan jumlah hunian sebanyak 1.984 unit. Luas per unit adalah 36 meter persegi terdiri dari ruang tamu / keluarga, ruang makan, 2 kamar tidur, toilet, kamar mandi dan ruang servis.

Guna mendukung adanya kegiatan jual beli dan menjaga kenyamanan pengunjung, pihak Kementerian PUPR juga telah menyediakan lahan parkir seluas 7.321 meter persegi dan dapat mrnampung sebanyak 135 mobil dan 561 motor.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN