Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: JOANITO/SP

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: JOANITO/SP

Sabo Dam Kali Woro Kurangi Risiko Banjir Lahar Gunung Merapi

Investor Daily, Jumat, 24 Januari 2020 | 14:35 WIB

JAKARTA, investor.id – Sabo Dam Kali Woro di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang berfungsi menahan dan mengurangi aliran lahar pembawa material vulkanik rampung dibangun. Ancaman banjir lahar di hilir Sungai Woro dan kelestarian lingkungan sekitar Gunung Merapi pun kini dapat diantisipasi.

Sabo Dam Kali Woro merupakan bendung yang dimanfaatkan untuk menampung aliran sedimen/aliran debris di sungai yang menjadi arah aliran erupsi Gunung Merapi. Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air pada tahun 2016-2018 melakukan pembangunan 11 sabo baru, rehabilitasi tanggul sepanjang 5,9 km dan melakukan rehabilitasi 11 Sabo Dam pada aliran Sungai Woro.

“Kalau bendung menahan air, sedangkan Sabo Dam menahan pasir dan batu sementara airnya tetap bisa lewat,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Jumat (24/1).

Konstruksi sabo, kata Basuki, dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda, di mana yang terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar dan yang paling kecil untuk menahan pasir.

Dia berharap, pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam dapat mengendalikan sedimen sebesar 3,3 juta m3. Pembangunan dan rehabilitasi Sabo DAM Kali Woro menghabiskan biaya Rp 329 miliar melalui APBN (MYC) tahun 2016-2018.

Selain di aliran Sungai Woro, Kementerian PUPR juga membangun sejumlah Sabo Dam di sepanjang aliran lahar Gunung Merapi di antaranya Sabo Dam Kali Putih sepanjang 2,6 kilometer di Jalan Raya Magelang. Sabo Dam ini dirancang untuk mengalirkan lahar dengan kapasitas 640 meter kubik per detik.

Secara teknis, Sabo Dam dibangun dengan ketinggian yang berbeda di tengah bendung. Hal ini dimaksudkan untuk mengalirkan air, sehingga sedimen atau endapan lahar dingin akan tertampung oleh bendung, tetapi air tetap mengalir. Apabila bendung tidak mampu membendung semua aliran debris, maka akan dipindahkan melalui bagian atas.

Selanjutnya aliran debris yang masih mengalir akan ditampung oleh bendung lain yang ada di bawahnya. Hal ini berlangsung terus menerus sesuai dengan jumlah bendung yang ada. Sehingga aliran lahar Gunung Merapi dapat dicegah untuk tidak sampai ke hilir sungai yang dapat merusak permukiman warga maupun memutus konektivas jalan dan jembatan yang mengganggu aktivitas warga. (c-01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA