Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: IST

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: IST

Sandiaga Paparkan Strategi Percepatan Pemulihan Sektor Parekraf

Senin, 8 Maret 2021 | 20:10 WIB
Hendro D Situmorang

JAKARTA, investor.id   - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan beberapa langkah strategis yang untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Pertama terkait program stimulus hibah pariwisata. Pada tahun 2020, Kemparekraf memberikan stimulus di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp3,3 Triliun dengan angka realisasi sebesar 69,63%. Dari dana tersebut, 30% untuk Pemda dan 70% untuk pengusaha hotel dan restoran.

“Untuk program stimulus yang akan dikeluarkan tahun ini masih dalam tahap pembahasan, dan kami akan memberikan update berapa jumlahnya dan juga dari segi waktu kapan akan bisa direalisasikan. Pastinya stimulus tahun ini bertujuan agar para pelaku di sektor parekraf bisa terselamatkan, karena ada sebanyak 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor ini,” ujarnya dalam keterangannya Senin (8/3/2021).

Kedua, penerapan free covid corridor atau yang saat ini disebut travel corridor arrangement yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi. Karena dalam membuka perbatasan ini harus benar-benar memperhatikan aspek kesehatan sebagai prioritas.

Ketiga, pengembangan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yang sasarannya menggerakkan ekonomi berbasis insentif kebijakan-kebijakan pemerintah.

Selanjutnya, akan memfasilitasi on boarding program digitalisasi bagi para pelaku ekonomi kreatif. Tahun 2020 on boarding program ini mencapai 4 juta peserta.

Sedangkan, pada tahun 2021, Menparekraf ingin program ini bisa mencapai 10-15 juta pelaku parekraf. On boarding program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi, tidak hanya scale up SDM saja, tapi juga mendorong SDM parekraf bisa menghasilkan produk yang berkualitas.

“Ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Presiden untuk bangga buatan Indonesia, cintai produk-produk Indonesia. Dan Presiden melanjutkan suatu narasi yaitu bagaimana kita menghindari produk luar negeri, seandainya kita memiliki alternatif produk Indonesia yang berkualitas. Hal ini merupakan ajakan dan tantangan bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan,” tuturnya.

Kemudian, pengembangan Desa Wisata, yang merupakan bagian dari pada pilar terpenting dari pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Karena, Menparekraf tidak ingin pariwisata ini menjadi eksklusif, melainkan inklusif.

Terakhir, vaksinasi bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, yang saat ini masih berjalan. Program vaksinasi ini nantinya akan diperluas di berbagai destinasi di Indonesia dan dilakukan secara bertahap. Selain, Provinsi Bali, wilayah Jabodetabek juga mendapat prioritas penerima vaksin.

“Untuk wilayah Jabodetabek tergantung dari jumlah data yang sedang kami kumpulkan. Harapannya vaksinasi ini bisa kita terapkan di berbagai wilayah, the sooner, the better, semakin cepat, semakin baik. Karena untuk mencapai target herd immunity di sektor parekraf kita harus berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN