Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk

PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk

Saraswanti Anugerah Makmur Tetap Bertumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 28 Juli 2021 | 08:45 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – Di tengah pandemi Covid-19, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (Saraswanti) mampu mengantongi laba bersih Rp 54,64 miliar per akhir Juni 2021. Angka itu naik sekitar 19% dibandingkan dengan periode sama 2020 yang sekitar Rp 45,52 miliar.

Mengutip laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Rabu (28/7/2021) terlihat bahwa torehan semester I-2021 tersebut tak terlepas dari kemampuan mengerek pendapatan sebesar 14%. Bila pada semester I-2020 pendapatan produsen pupuk NPK itu sebesar Rp 623,86 miliar, kini tercatat Rp 711,88 miliar.

“Penjualan kami bertumbuh sekalipun di tengah pandemi Covid-19. Hal itu mengingat sektor pupuk masih sangat prospektif dan tetap beroperasi di tengah pandemi,” ujar Direktur Utama Saraswanti, Yahya Taufik mengomentari kinerja semester I-2021, dalam siaran pers, Rabu (28/7/2021).

Mengutip Instruksi Mendagri No 24 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, industri pupuk dan petrokimia termasuk sektor kritikal. Untuk sektor kritikal, dapat beroperasi 100% maksimal staf, hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional, diberlakukan maksimal 25% persen maksimal staf work from office (WFO).

Dia mengatakan, aktifitas di perkebunan tetap berjalan, begitu juga aktifitas produksi pupuk di pabrik. Tentu, laju penjualan guna memenuhi pasar pun terus bergulir.

“Karena itu, kinerja kami tetap inline seperti yang sudah kami sampaikan dalam paparan publik beberapa waktu lalu. Di sisi lain, kami juga berharap pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga kehidupan dan kegiatan masyarakat kembali seperti sediakala,” ujar Yahya.

Yahya mengaku, pihaknya optimistis mampu mencapai target tahun 2021. “Karena pasar pupuk di Indonesia masih sangat prospektif, apalagi saat ini harga sawit juga sedang bagus,” papar dia.

Sementara itu, mengutip laporan keuangan perseroan per akhir Juni 2021, terlihat bahwa jumlah aset Saraswanti meningkat dibandingkan periode sama 2020, yakni dari Rp 1,34 triliun menjadi Rp 1,42 triliun. Sedangkan liabilitas perseroan saat ini sebesar Rp 681,78 miliar, naik tipis dari semula Rp 558,30 miliar.

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN