Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendes dan PDTT Abdul Halim Iskandar. Sumber: BSTV

Mendes dan PDTT Abdul Halim Iskandar. Sumber: BSTV

ABDUL HALIM ISKANDAR:

SDG’s Desa Sumbang 74% SDG’s Nasional

Senin, 21 September 2020 | 21:05 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah berupaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s) dengan mengoptimalkan pembangunan di desa. Oleh karena itu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menerbitkan Permendesa PDTT Nomor 13 Tahun 2020. Dalam regulasi tersebut diatur tentang prioritas penggunaan dana desa pada tahun 2021 yang juga fokus terhadap upaya pencapaian SDG's.

“Kalau dihitung satuan dan rata-ratanya, 74% pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan bisa dijangkau melalui tercapainya SDG’s desa,” ucap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar kepada awak media dalam konferensi pers secara virtual, Senin (21/9).

Permendesa PDTT Nomor 13 tahun 2020 dilatarbelakangi pemikiran terkait dengan model pembangunan nasional yang didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 terkait dengan pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan.

Abdul Halim mengatakan aksi SDG’s Desa berkontribusi sebesar 74% terhadap pencapaian SDG’s nasional. Bila dilihat dari aspek kewilayahan data Kementerian Dalam Negeri menunjukan bahwa 91% wilayah Indonesia adalah wilayah desa. 11 Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan berkaitan erat dengan kewilayahan desa.

“Aksi menuju tercapainya 12 SDGs Desa  nomor 7 sampai 18 berkontribusi 91% pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan  nomor 7 sampai 17,” ucap Abdul Halim.

Sedangkan bila dilihat dari aspek kewarganegaraan catatan Badan Pusat Statistik menunjukan 43% penduduk Indonesia ada di desa.  Enam  tujuan pembangunan nasional berkelanjutan berkaitan erat dengan warga desa.

“Aksi menuju tercapainya enam SDG’s desa berkontribusi 43% pencapaian tujuan pembangunan nasional berkelanjutan nomor 1 sampai 6,” tutur Abdul Halim.

Ia mengatakan pencapaian SDG’s Idnonesia  di tahun 2016 sebesar 54,4% dengan posisi rangking 98. Naik di tahun 2017 menjadi 62,9% di posisi rangking 102 lalu turun sdikit di tahun 2018 menjadi 62,8%. Tahun 2019 meningkat jadi 62,4% di posisi rangking 102  dan meningkat lagi di tahun 2020 menjadi 65,3% di posisi 101.

“Artinya ada kenaikan meskipun tidak cukup signifikan. Kita harus berupaya maksimal agar SDG’s Indonesia secara capaian dan ranking dunia nya juga mengalami kenaikan,” ucap Mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar manfaat dana desa bisa dinikmati sepenuhnya oleh seluruh warga desa. Presiden mensinyalir bahwa dana desa masih belum sepenuhnya dirasakan oleh warga desa utamanya golongan terbawah belum banyak yang merasakan kehadiran dana desa.

Menurut Presiden,  bukan hanya keberadaan dana desa yang dirasakan kehadirannya tapi juga dampak dari penggunaan dana desa untuk membangun di desa juga dirasakan hasilnya.

Abdul Halim mengatakan pembangunan di desa harus lebih terfokus. Menurutnya pemanfaatan dana desa selama ini masih kurang maksimal. Penggunaan dana desa masih ada yang belum sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Selama ini pembangunan desa menggunakan dana desa belum sepenuhnya berbasis kondisi faktual, belum sepenuhnya berdasarkan pada kebutuhan, tapi masih didasarkan juga pada keinginan elit," ucap Abdul Halim.

Ia menekankan saat ini dibuat target atau arah pembangunan yang jelas. Dengan adanya arah pembangunan ditambah intervensi kementerian atau pemda, bisa mendukung pembangunan desa.

"Mudah-mudahan ini akan menjadi percepatan dan ketepatan di dalam melakukan intervensi," pungkas Abdul Halim.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN