Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

SDR Naikkan Cadangan Devisa Agustus Jadi US$ 144,8 Miliar

Selasa, 7 September 2021 | 11:21 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia kembali meningkat pada Agustus 2021 mencapai US$ 144,8 miliar. Jumlah ini naik US$ 7,5 miliar dari posisi akhir Juli 2021 yang sebesar US$ 137,3 miliar.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, peningkatan posisi cadangan devisa pada Agustus 2021 terutama karena adanya tambahan alokasi Special Drawing Rights (SDR) dari Dana Moneter Internasional (IMF).

“Alokasi SDR yang diterima sebesar 4,46 miliar SDR atau setara dengan US$ 6,31 miliar,” kata Erwin dalam keterangan resmi, Selasa (7/9).

Sebagai informasi, SDR adalah cadangan devisa internasional yang diciptakan sejak tahun 1969 sebagai tambahan cadangan devisa negara-negara anggota IMF. Kebijakan tersebut akan memperkuat cadangan devisa bagi negara-negara anggota IMF, termasuk Indonesia.

Menurut Erwin, pada 2021, IMF menambah alokasi SDR dan mendistribusikannya kepada seluruh negara anggota, termasuk Indonesia, sesuai dengan proporsional kuota masing-masing negara.

“Ini merupakan upaya IMF untuk mendukung ketahanan dan stabilitas ekonomi global dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 dan membangun kepercayaan pelaku ekonomi, serta memperkuat cadangan devisa global. Alokasi SDR tersebut didistribusikan kepada negara-negara anggota IMF tanpa biaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2021 tersebut setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kemudian cadangan devisa juga berada di atas standard kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor.

Dengan meningkatnya posisi cadangan devisa, BI yakin ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

“Ke depan, BI optimistis cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi,” ungkap Erwin.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN