Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teaching Factory (Tefa) Peternakan ayam kandang modern  (Closed House System) yang merupakan  kemitraan Sekolah Vokasi IPB University dengan PT Charoen Pokphand Indonesia  (CPI) menuai panen perdana pada Sabtu (10/4) di Kampus IPB  Sukabumi.

Teaching Factory (Tefa) Peternakan ayam kandang modern (Closed House System) yang merupakan kemitraan Sekolah Vokasi IPB University dengan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) menuai panen perdana pada Sabtu (10/4) di Kampus IPB Sukabumi.

Sekolah Vokasi IPB Panen Perdana Ayam Ternak

Minggu, 11 April 2021 | 19:01 WIB
Fajar Widhiyanto

Sukabumi - Teaching Factory (Tefa) Peternakan ayam kandang modern (Closed House System) yang merupakan kemitraan Sekolah Vokasi IPB University dengan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) menuai panen perdana.

Pada panen perdana yang digelar Sabtu (10/4) di Kampus IPB Sukabumi ini , setidaknya dihasilkan 40 ribu ekor ayam dengan Feed Convertion Ratio 1.479, index performance 382.89 dalam waktu 32 hari.

Hadir dalam panen perdana Dekan Sekolah Vokasi Arief Daryanto, Wakil Rektor IPB Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Drajat Martianto, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya, Perencanaan dan Keuangan Agus Purwito, Sekretaris Institut Aceng Hidayat dan para dekan di lingkungan IPB.

Hadir pula dalam gelaran panen perdana ini Jemmy Wijaya dan Ferdiansyah dari PT Charoen Pokphand Indonesia.

Dekan Sekolah Vokasi IPB Arief Daryanto mengatakan, pemeliharaan ayam dengan sistem Closed House berjalan dengan kinerja sangat baik. Bahkan, tingkat kematian (mortalitas) hanya sebesar 1,8%.

Menurut Arief, peternakan dengan sistem Closed House baik untuk terapkan. Selain bernilai ekonomi, juga bisa menjadi wadah pembelajaraan bagi mahasiswa yang melakukan praktik lapangan dan riset peternakan ayam.

“Bila IPB University punya kandang seperti ini tidak hanya di Sukabumi, kita bisa produksi ayam puluhan ribu per bulan. Dan, masyarakat, mahasiswa serta alumni bisa belajar dan bekerja di sini sebagai tempat menjalankan Tridharma perguruan tinggi,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima Minggu (11/4).

Peternakan ayam sistem tertutup yang diresmikan pada Sabtu 13 Maret 2021 ini merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang dibangun dari dana hibah Pemprov Jawa Barat. Fasilitas ini dilengkapi teknologi pengaturan suhu dan kelembaban udara, membuat proses pemeliharaan dan pengelolaan menjadi efisien.

Saat ini pihak pengelola juga tengah menyelesaikan fasilitas modern tambahan, yakni Green House, yang diproyeksikan bisa beroperasi pada Juni 2020.

Menurut Wakil Rektor IPB Drajat Martianto, teknologi yang diadopsi tergolong moderen, sehingga bermanfaat bagi mahasiswa dalam proses belajar untuk mengenal teknologi terbaru bidang peternakan ayam.

Sementara itu perwakilan PT Charoen Pokphand Indonesia, Jemmy Wijaya menyebut hasil panen akan langsung dijemput dan diangkut oleh pedagang mitra PT Charoen Pokphand Indonesia. Dua pekan setelah kandang kosong, Closed House akan kembali erproduksi dengan kapasitas 44 ribu ekor hingga menghasilkan ayam potong setiap periodenya secara berkelanjutan.

"Kemitraan PT Charoen Pokphand Indonesia dengan IPB merupakan bentuk sinergi dunia industri dan dunia pendidikan. Tujuan kami bermitra dengan IPB antara lain agar kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia bisa terpenuhi.” kata Jemmy Wijaya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN