Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono.

Sektor Pertanian Dioptimalkan untuk Dorong Laju Ekspor

Senin, 30 Desember 2019 | 16:18 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah terus mengoptimalkan peran sektor pertanian terhadap ekspor Indonesia. Kontribusi sektor pertanian yang menempati posisi ketiga sebagai penopang produk domestik bruto (PDB) nasional membuat sektor ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang mengalami surplus pada saat sektor lain mengalami defisit neraca perdagangan. Per Agustus 2019, sektor pertanian tercatat surplus sebesar US$ 0,34 atau tumbuh 12% dari tahun sebelumnya.

“Untuk mempercepat program peningkatan ekspor produk pertanian, pemerintah mendorong pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor sebagai prioritas yang menjadi quick wins Kemenko Perekonomian,” ucap Susiwijono dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Sabtu (28/12).

Hasil produksi hortikultura diharapkan dapat menjadi substitusi buah impor yang berasal dari Filipina dan memenuhi kebutuhan lokal. Sehingga hal ini dapat menekan defisit neraca perdagangan nasional. Namun, dalam pengembangannya masih terdapat beberapa tantangan seperti lemahnya sumber daya manusia, kelembagaan petani, terbatasnya modal, kurangnya pendampingan dan inovasi teknologi, serta terbatasnya akses pasar.

“Solusinya, perlu ada kerja sama kemitraan antara pemerintah dan swasta yang dapat membantu petani dalam merancang pola produksi hingga pemasaran untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan untuk ekspor. Hal ini penting agar petani lokal menjadi mandiri, tangguh dan mampu bersaing di pasar global,” ucap Susiwijono.

Ia menjelaskan, sebagai program prioritas, Kemenko Perekonomian akan mengoordinasikan melalui integrasi kebijakan, yaitu: penyediaan lahan melalui optimalisasi kebijakan pemanfaatan lahan perhutanan sosial; peningkatan produksi, mutu, dan daya saing produk; peningkatan akses pembiayaan petani melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR); peningkatan akses pasar melalui e-commerce; dukungan logistik; pembangunan sarana prasarana/infrastruktur transportasi; dan dukungan kebijakan tarif dan perdagangan internasional.

Menurut Susiwijono, komitmen dan dukungan pemerintah daerah melalui provinsi dan kabupaten dilakukan dalam bentuk penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung, penguatan kelembagaan petani, dan akses pembiayaan. Upaya pendampingan kepada petani juga diyakini akan menjadi kunci keberhasilan. Langkah ini dilakukan dengan sinergi kementerian teknis terkait, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian

Program pengembangan kawasan hortikultura berorientasi ekspor ini merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah untuk mendorong produk lokal yang berdaya saing global. Rencananya dalam waktu dekat, setelah Jembrana (Bali) akan segera dilakukan pengembangan di lokasi lain, yaitu di Kabupaten Bener Meriah (Aceh), Kabupaten Blitar (Jawa Timur), dan Kabupaten Bondowoso (Jawa Timur).

“Harapannya, pengembangan kawasan hortikultura mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan ekspor dan meningkatkan perekonomian daerah yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan petani,” pungkas Susiwijono. 

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN