Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani memanen padi di desa Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petani memanen padi di desa Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Sektor Pertanian Tumbuh 2,95% Kuartal I-2021

Rabu, 5 Mei 2021 | 14:54 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian tumbuh 2,95% pada kuartal I-2021. Selama pandemi  Covid-19 sektor ini tetap tumbuh  positif. Pertanian merupakan satu di antara 7 sektor yang tumbuh positif selama tahun 2020.

“Tentunya ini sangat menggembirakan mengingat 30% dari  tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor ini. Hampir seluruh subsektor pertanian bergerak positif kecuali kehutanan dan perdagangan kayu,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam telekonferensi pers di kantor BPS pada Rabu (5/5).

Suhariyanto merinci subsektor tanaman pangan pada kuartal I 2021 tumbuh sebesar 10,32%. Pertumbuhan produksi pada kuartal I ini sangat menggembirakan didukung cuaca terjadi peningkatan produksi.  Hal ini disebabkan pergeseran  puncak musim panen raya dimana pada tahun 2020 terjadi di bulan April  sedangkan di tahun 2021 ini terjadi pada bulan Maret. 

“Sehingga masuk ke kuartal I pertumbuhan tanaman pangan terutama padi ini sangat menggembirakan karena didukung cuaca bersahabat,” ucap Suhariyanto.

Subsektor tanaman hortikultura tumbuh 3,02% karena cuaca yang lebih kondusif dibanding tahun lalu sehingga mendorong peningkatan produksi buah dan sayur. 

Subsektor peternakan tumbuh 2,48% karena tingginya permintaan domestik terhadap komoditas produksi ayam dan telur serta adanya optimalisasi produksi. Subsektor tanaman perkebunan tumbuh 2,17% ditopang adanya program Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RANKSB) dan peningkatan harga sawit.

“Pergerakan harga beberapa komoditas di kuartal I ini menggembirakan,” ucapnya.

Sedangkan subsektor kehutanan dan penebangan Kayu mengalami kontraksi pertumbuhan 8,93% disebabkan oleh penurunan permintaan bahan baku kayu bulat untuk industri kayu. Subsektor lain yang mengalami kontraksi yaitu  perikanan mengalami kontraksi pertumbuhan 1,31% yang disebabkan curah hujan tinggi dan angin kencang.  Cuaca yang kurang berpihak menyebabkan gagal panen budidaya ikan dan menurunnya kualitas air menyebabkan kematian ikan budidaya

Hal ini juga tercermin di gambaran inflasi dimana produk perikanan membuat banyak kota yang mengalami inflasi maupun deflasi karena produksi perikanan sangat fluktuatif terutama untuk Indonesia bagian timur,” pungkas Suhariyanto.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN