Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Selain Turunkan Suku Bunga Acuan, BI Sesuaikan Ketentuan Penghitungan RIM

Triyan Pangastuti, Kamis, 20 Februari 2020 | 17:47 WIB

JAKARTA, investor,id - Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) ke level 4,75% dengan stance kebijakan yang tetap akomodatif dan akan menyesuaikan ketentuan perhitungan Rasio Intermediasi Makroprudensial.
 
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya akan menempuh kebijakan makroprudensial yang lebih akomodatif dengan menyesuaikan ketentuan terkait perhitungan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dengan memperluas cakupan pendanaan dan pembiayaan pada kantor-kantor cabang bank di luar negeri yang diperuntukkan bagi ekonomi Indonesia. Hal ini untuk mendorong pembiayaan ekonomi sejalan dengan siklus finansial yang di bawah optimal dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian.

"Ini akan memberikan ruang gerak yang lebih lebar bagi perbankan untuk menyalurkan kredit. Jadi suku bunga diturunkan agar tidak hanya kemampuan bank menyalurkan kredit naik, tetapi juga permintaan terhadap kredit naik. Sementara makroprudensial pun dilonggarkan supaya kemampuan bank menyalurkan pembiayaan lebih kuat," tutur Perry dalam Konferensi Pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (20/2).

Menurut dia, strategi operasi moneter terus ditujukan untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. Selain itu, kebijakan sistem pembayaran juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi antara lain melalui perluasan akseptasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta elektronifikasi bansos dan transaksi keuangan pemerintah daerah (pemda).

Perry mengatakan, koordinasi BI dengan pemerintah dan otoritas terkait pun akan terus diperkuat guna mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta mempercepat reformasi struktural, termasuk dalam memitigasi dampak Virus Korona Covid-19.

"Ke depan, BI akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif untuk menjaga tetap terkendalinya inflasi dan stabilitas eksternal, serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi," tandas Perry.

Adapun transmisi pelonggaran kebijakan moneter tetap berjalan baik dengan kecukupan likuiditas perbankan yang terjaga. Likuiditas di pasar uang dan perbankan memadai, tercermin pada rerata harian volume PUAB Januari 2020 tetap tinggi sebesar Rp 15,12 triliun serta rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap besar yakni 20,86% pada Desember 2019. 

"Transmisi suku bunga ke pasar uang berjalan cukup baik, tercermin pada penurunan suku bunga PUAB O/N sebesar 103 bps menjadi 4,81% dan suku bunga JIBOR tenor 1 minggu sebesar 119 bps menjadi 5,05% sejak akhir Juni 2019, sebelum penurunan BI7DRR pada Juli 2019," ujar dia. 

Kemudian ia mengatakan, transmisi ke penurunan suku bunga perbankan juga berlanjut. Rerata tertimbang suku bunga deposito pada Januari 2020 tercatat 6,22%, turun 61 bps sejak akhir Juni 2019, sementara suku bunga kredit modal kerja turun 29 bps menjadi 10,13%.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi di pasar uang, serta memperkuat transmisi bauran kebijakan yang akomodatif," tuturnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN