Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buah-Buahan. Foto: IST

Buah-Buahan. Foto: IST

Selama Pandemi, Ekspor Buah Indonesia Capai 375 Ribu Ton

Selasa, 11 Agustus 2020 | 06:27 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang mengalami penurunan cukup tajam pada triwulan II- 2020 dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,32%.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2020 memang dipengaruhi pandemi Covid-19.

Semua sektor perekonomian mengalami pelemahan kecuali sektor pertanian dimana sektor ini tetap tumbuh dan memberikan kontribusi cukup besar terhadap PDB, dari catatan BPS, sektor pertanian tumbuh sebesar 16% di triwulan II-2020.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang menjadi backbone pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II-2020.

Sektor pertanian cukup luas mulai dari perkebunan hingga buah buahan/hortikultura, pada triwulan II 2020, sektor hortikultura mengalami pertumbuhan sebesar 34%.

buah-buahan
Penjual buah lokal dan impor di Jakarta. Foto: Investor Daily/gora kunjana

Selama pandemi Covid-19, dari Januari-Mei 2020, permintaan ekspor buah cukup tinggi  dan mencapai 375 ribu ton ke berbagai macam negara.

Jenis buah yang paling laris selama pandemi adalah Pisang, Mangga, Jeruk, Nanas, Durian, Salak dan buah lainnya.

“Permintaan ekspor buah cukup tinggi selama pandemi Covid-19 karena buah itu sehat dan bisa dijadikan sebagai imunitas dan meningkatkan kekebalan tubuh dari virus,” ujar dia dalam acara Webminar Gelar Buah Nusantara 2020 di Jakarta, Senin (10/8).

Pasar ekspor buah yang paling  banyak ke pasar Vietnam, Malaysia, Tiongkok, India, Hong Kong, Uni Emirat Arab.

Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan agar produksi buah di Indonesia semakin tinggi maka diperlukan teknologi berbasis 4.0.

Dengan implementasi teknologi 4.0 maka Indonesia bisa memetakan daerah dengan potensi buah yang berkualitas dan bisa mengelolanya dengan baik.

Dengan adanya penerapan teknologi berbasis 4.0 maka kualitas buah yang dihasilkan akan lebih berkualitas sehingga diminati pasar ekspor.

Penyiapan lahan, pemupukan hingga panen pasti membutuhkan kemajuan teknologi karena dengan cara manual proses produksi akan lambat.

Indonesia belum ketinggalan jika dibandingkan dengan negara lain yang dibutuhkan saat ini adalah niat dan kemauan untuk maju.

‘jika melihat usia petani di Indonesia rata-rata 40 tahun ke atas dan pasti akan pensiun jadi petani, regenerasi petani penting dilakukan dan petani modern harus menggunakan teknologi yang modern juga untuk peningkatan produksi,” ujarnya.

Menurut dia, sekarang perkembangan teknologi tidak bisa dilepaskan dari semua sektor termasuk pertanian agar maju dan bernilai tambah maka teknologi harus diterapkan.

Komite Tetap Pengembangan Hortikultura Kadin Indonesia Karen Tambayong mengatakan, buah merupakan salah satu produk unggulan ekspor Indonesia di sektor pertanian.

Indonesia merupakan negara tropis sehingga buah yang dihasilkan cukup banyak dan bisa tumbuh asalkan dirawat dan dikembangkan dengan baik.
Ia mengatakan selama masa pandemi, ekspor buah memang meningkat tajam karena buah mengandung vitamin alami yang dibutuhkan tubuh.

“Agar manusia kebal dari virus maka dibutuhkan asupan gizi alami yang didapatkan dari buah buahan, permintaan ekspor yang cukup tinggi selama pandemi menjadi bukti bahwa buah buahan memang masih laris dan sektor pertanian masih tetap menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN