Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peternak tengah memberi makanan pada ayam ternaknya. Foto ilustrasi: IST

Peternak tengah memberi makanan pada ayam ternaknya. Foto ilustrasi: IST

Selamatkan Peternak Ayam Dimasa Pandemi, Kementan Gaungkan Kampanye Gemaya

Senin, 26 Oktober 2020 | 12:39 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Saat ini kondisi peternak ayam di Indonesia dinilai berada di titik nadir. Ini disebabkan oleh pasokan ayam yang melimpah sehingga membuat harga jual ayam menjadi turun. Ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang membuat peternak ayam semakin terpuruk. Kondisi ini mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian RI (Kemtan) dan menginisiasikan sebuah kampanye yakni ‘Gerakan Makan Ayam’ atau GEMAYA.

GEMAYA adalah kampanye yang memiliki tujuan untuk meningkatkan konsumsi ayam di masyarakat sehingga bisa membantu kelangsungan bisnis para peternak ayam di seluruh Indonesia. Kampanye ini juga memberikan efek tidak langsung kepada perekonomian Indonesia yang terguncang karena pandemi. Tentunya dengan dibukanya pasar-pasar dengan menerapkan protokol kesehatan akan ada transaksi yang bisa membuat roda perekenomian menggeliat kembali.

Masih terkait masa pandemi Covid-19, konsumsi daging ayam bisa memenuhi gizi bagi tubuh tercukupi sehingga akan meningkatkan imun tubuh dan tidak mudah sakit. Untuk mensosialisasikan

Kampanye GEMAYA ini, akan lebih difokuskan kepada digital. Salah satunya adalah dengan Webinar, dengan menghadirkan pakar-pakar dan asosiasi yang berkaitan dengan fenomena ini diharapkan bisa sekaligus mengedukasi publik sehingga lebih memahaminya.

Topik yang diangkat dalam Webinar adalah ‘’Tingkatkan Konsumsi Ayam Dalam Negeri, Selamatkan Peternak dan Peningkatan Gizi”. Akan Hadir pembicara dalam serangkaian Webinar adalah tokoh-tokoh dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), dan Pergizi Pangan. Kementan berharap Hadirnya Webinar ini diharapkan bisa memberi insight-insight penting sekaligus solusi bagi peternak-peternak ayam di seluruh Indonesia bisa bertahan terutama di masa pandemi ini.

Disampaikan Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan, Nasrullah daging ayam adalah sumber protein hewani dengan kandungan gizi yang baik dan mudah terjangkau oleh masyarakat.

Ia menambahkan jika sangat penting untuk mememnuhi asupan gizi terutama di masa pandemi Covid-19. Daging ayam disebutkan sebagai salah satu asupan makanan yang dibutuhkan agar imun tubuh meningkat.

‘’Menjaga pola makan dengan asupan gizi yang seimbang penting dilakukan sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi. Oleh karena itu mengkonsumsi daging ayam merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya tahan tubuh karena gizinya dapat meningkatkan kekebalan tubuh’’, ujarnya saat webinar soft launcing Gemaya, Senin (26/10/2020) .

Dalam kesempatan ini Nasrullah mengungkapkan fakta bahwa saat ini jumlah produksi daging ayam nasional mencapai 3 juta ton, sementara tingkat konsumsi sebesar 2,2 juta ton sehingga terjadi surplus ayam di Indonesia sebesar 800 ribu ton. “Surplus ini terjadi akibat rendahnya tingkat konsumsi,” ujarnya.

Berdasarkan Data BPS, konsumsi daging ayam tercatat hanya sebesar 12,79 kg perkapita per tahun, bandingkan dengan Malaysia sebesar 38 kg per kapita per tahun juga Thailand sebanyak 20 kg per kapita per tahun.

“Untuk menyerap produksi yang melipah diperlukan sinergi semua pihak dengan memberikan public awareness dalam mendorong masyarakat agar meningkatkan konsumsi protein hewani. Lalu memacu ekspor,” ujarnya.

Sementara itu dari pihak PINSAR Indonesia, melihat kampanye GEMAYA bukan kampanye periodik ataupun seasonal, GEMAYA bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menolong peternak ayam yang sedang terpuruk.

Rakhmat Nurianto selaku Ketua DPP PINSAR Indonesia mengungkapkan GEMAYA menghadirkan opsi-opsi jawaban baru dari masalah ini. Ia memberi contoh yakni rantai dingin (cold chain). Proses pengaturan suhu yang tidak terputus, mulai dari pemotongan, penyimpanan hingga konsumsi.

Hal tersebut bisa mengubah industri ayam ras di Indonesia. Peternak pun harus beradaptasid dengan proses ini untuk kedepannya bisa menyimpan pasokan berlebih.

Selain itu kampanye ini juga menjadi edukasi konsumen, tidak hanya untuk mengajak makan ayam tapi juga mengetahui fakta-fakta yang ada dalam daging ayam. Bukan tidak mungkin menurunnya minat konsumsi karena isu-isu negatif terkait daging ayam. Banyak isu beredar terkait daging ayam, misalnya isu hormon, isu kanker, isu kolesterol dan isu alergi.

GEMAYA menjadi sebuah kampanye belajar untuk masyarakat bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika mengkonsumsi daging ayam. Justru mengkonsumsi daging ayam akan memberikan asupan gizi yang bagus karena protein hewani sangat berperan penting bagi kecerdasan. Jadi, ayo jangan ragu,kita bantu peternak-peternak ayam di Indonesia Dengan terus mengkonsumsi daging ayam yang juga menyehatkan lagi mencerdaskan.

 

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN