Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tamansari, Yogyakarta banyak dikunjungi turis. Foto: IST

Tamansari, Yogyakarta banyak dikunjungi turis. Foto: IST

Selandia Baru Sumbang Turis Berkualitas ke Indonesia

Eva Fitriani, Minggu, 14 Juli 2019 | 20:28 WIB

JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meyakini, Selandia Baru merupakan pasar potensial, bahkan bisa menjadi penyumbang wisatawan berkualitas untuk datang ke Tanah Air.

“Wisatawan asal Selandia Baru mengalami peningkatan. Pada 2017, kunjungan turis dari sana, pertama kali tembus di atas 100 ribu. Persisnya saya bulatkan 107 ribu wisatawan mancanegara (wisman). Trennya naik terus, karena itu saya datang ke Auckland,” kata Menpar di Crowne Hotel Auckland, Selandia Baru, akhir pekan lalu.

Pada 2018, lanjut Menpar, wisatawan Selandia Baru jumlahnya meningkat lagi menjadi 128 ribu, atau 20% dari tahun sebelumnya yang mencapai 107 ribu. Sementara untuk Januari sampai Mei 2019, sudah 42,7 ribu wisman Selandia Baru yang berkunjung ke Indonesia, atau mengalami kenaikan 13,26% dari periode sama tahun sebelumnya.

“Tahun ini target kita 145 ribu kunjungan untuk pasar New Zealand. Lagi-lagi, kuncinya adalah penerbangan atau akses langsung dari Denpasar-Auckland oleh maskapai Emirates,” kata Menpar.

Karena itu, dia meyakini bahwa dengan makin bagus dan lengkapnya infrastruktur yang dibangun untuk mendukung akses bagi sektor pariwisata, akan semakin kuat pula daya saing pariwisata Indonesia. Berbagai proyek infrastruktur yang diprogramkan Pemerintah terbukti sangat mendukung dan menguntungkan perkembangan sektor pariwisata.

"Infrastruktur sendiri ada yang berupa bangunan fisik seperti jalan, jembatan, bandara, terminal, pelabuhan, marina, dan lain-lain. Ada juga infrastruktur yang tidak kasat mata namun sangat penting, seperti telekomunikasi, jaringan telekomunikasi yang membuat teknologi digital bisa lebih dioptimalkan," terang dia.

Menperin melanjutkan, soal budaya atau kebiasaan masyarakat Selandia Baru yang juga sangat toleran dan multikultural, cocok dengan kultur dan tradisi masyarakat di Tanah Air yang ramah. “Dalam hal budaya, New Zealand sangat toleran. Bisnis mereka lebih banyak di peternakan biri-biri dan sapi, juga pertanian. Ekosistem industrinya sudah menemukan nilai keekonomian,” kata dia.

Dia menambahkan, wisman New Zealand rata-rata tingkat pengeluaran untuk belanja atau spending-nya US$ 1.500, dan angka ini dianggap sebagai tingkat spending wisman yang cukup berkualitas. “Maka, kami akan semakin serius menggarap New Zealand sebagai originasi yang potensial untuk menaikkan ASPA atau average spending per-arrival ke Indonesia,” kata Arief Yahya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA