Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fasilitas tempat pengelolaan sampah terpadu fefused derived fuel (TPS RDF) SBI di Tritih Lor, Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah.

Fasilitas tempat pengelolaan sampah terpadu fefused derived fuel (TPS RDF) SBI di Tritih Lor, Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah.

Semen Indonesia Genjot Penggunaan Energi Alternatif

Rabu, 6 Januari 2021 | 18:01 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – PT Semen Indonesia Tbk (SIG) fokus menggenjot penggunaan energi alternatif untuk mengurangi penggunaan batu bara. Salah satunya adalah biomassa.

“Dengan didorong oleh visi perusahaan dan sustainability strategy yang kami miliki, fokus kami lebih kepada circular economy business sebagai keunggulan kompetitif,” ujar Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso, belum lama ini.

Demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan, menurut Hendi, pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan teknologi demi memaksimalkan kinerja perusahaan dan juga kemanfaatannya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Salah satunya melalui upaya pemanfaatan energi alternatif untuk bahan bakar, sebagai bagian dari dukungan nyata perusahaan terhadap langkah pemerintah dalam mengurangi penggunaan batu bara.

“Kami ingin memberikan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah domestik yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan juga masyarakat luas,” tutur Hendi.

Dia menjelaskan, semua pabrik SIG telah menggunakan biomassa sebagai bahan bakar alternatif. Di pabrik Solusi Bangun Andalas (Aceh), Semen Padang (Sumatera Barat) dan Semen Tonasa (Sulawesi Selatan), misalnya, bahan bakar alternatif yang dipakai berasal dari sekam padi dan serbuk gergaji. Adapun sejak 2008, seluruh operasional di Pabrik Tuban, Jawa Timur, juga telah menggunakan bahan bakar biomassa dari sekam padi, sabut kelapa, limbah tembakau, dan juga biji jagung.

“Semua limbah pertanian itu kami dapat dari sejumlah kabupaten di Jawa Timur, antara lain Tuban, Lamongan, Bojonegoro, dan Banyuwangi. Tahun ini, setiap bulan pabrik Tuban menerima kiriman sekam padi sebanyak 2.553 ton, cocopeat sebanyak 244 ton, limbah tembakau sebayak 244 ton, serta kertas reject sebanyak 90 ton, semuanya untuk sumber bahan bakar alternatif kami,” ungkap Hendi.

Sementara itu, pabrik milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), anak usaha SIG, lanjut Hendi, telah memanfaatkan sampah perkotaan (municipal solid waste/MSW) sebagai bahan bakar alternatif dalam pembuatan semen lewat fasilitas tempat pengelolaan sampah terpadu refused derived fuel (TPS RDF) yang dibangun di daerah Tritih Lor, Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

Fasilitas tersebut telah diresmikan pada Juli 2020 dan merupakan fasilitas pengolahan sampah domestik terpadu pertama di Indonesia. Fasilitas ini dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap yang berkerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Denmark, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta mendapat dukungan dari Kementerian LHK dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR).

“Dalam proyek jangka panjang ini, SBI ditunjuk sebagai operator dan bertanggungjawab mempersiapkan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan, serta offtaker produk RDF,” papar Hendi.

Fasilitas pemanfaatan sampah perkotaan di TPA Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, dibangun di atas lahan seluas 1 hektare (ha) dan mampu mengolah limbah sampah domestik sebesar 120 ton per hari yang dapat menghasilkan 60 ton RDF per hari. Sebanyak 60 ton RDF per hari mampu menggantikan 40 ton batu bara per hari.

RDF merupakan hasil dari sampah domestik yang diolah dengan metode biodrying untuk dijadikan energi terbarukan dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Pemanfaatan sampah tersebut mampu mensubstitusi penggunaan batu bara menjadi bahan bakar hingga 3% substitusi energi panas (thermal substitution rate/TSR).

September 2020, SBI telah menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta dan PT Unilever Indonesia Tbk dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah domestik di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF. Kerja sama tersebut dilaksanakan pada zona tertentu di TPST Bantargebang yang telah berusia 10 tahun lebih.


Proses mengubah sampah menjadi bahan bakar meliputi penggalian dan pengayakan, lalu dikirim ke lokasi Pabrik SBI di Narogong, Jawa Barat, untuk dicacah, dan melalui proses pengurangan kadar kelembaban dengan campuran material lain guna menghasilkan RDF yang memenuhi standar kualitas alternatif bahan bakar untuk pabrik semen.  Produk RDF yang akan dihasilkan dari proyek awal ini minimal 1.000 ton per bulan, di mana 80-90% terdiri atas sampah plastik yang akan dimanfaatkan oleh SBI sebagai sumber energi alternatif.


“Semoga inovasi teknologi yang dilakukan SIG ini selanjutnya bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sampah sehingga dapat mengurangi ketergantungan pengelolaan sampah kota/kabupaten kepada tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah yang sampai saat ini keberadaannya selalu menjadi masalah, baik lingkungan maupun sosial,” harap Hendi


 


 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN