Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu Kapal Pelni. Foto ilustrasi: IST

Salah satu Kapal Pelni. Foto ilustrasi: IST

Semester I, Penumpang Pelni Melonjak 155% Jadi 1,91 Juta Orang

Kamis, 11 Agustus 2022 | 00:39 WIB
Tri Murti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id  – PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) sepanjang semester I-2022 mengangkut 1,91 juta penumpang atau melonjak 155% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Lima wilayah dengan jumlah penumpang tertinggi adalah Makassar, Bau-Bau, Surabaya, Ambon, dan Balikpapan.

"Jumlah penumpang kapal Pelni terus mengalami pertumbuhan seiring dengan peningkatan layanan, terutama karena penambahan channel penjualan tiket yang semakin luas," kata Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni Yahya Kuncoro dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Untuk kapal perintis mengalami kenaikan sebesar 36% atau sebanyak 364.207 penumpang. Selama semester I-2022, perusahaan mencatat lima pelabuhan dengan penumpang terbanyak untuk embarkasi (keberangkatan), yakni Makassar sebanyak 137.629 orang, Bau-Bau 102.229 orang, Surabaya 102.054  orang, Ambon 84.491 orang, dan Balikpapan 76.184 orang. Sedangkan untuk pelabuhan dengan jumlah penumpang terbanyak untuk debarkasi (kedatangan) adalah Makassar sebanyak 133.729 orang, Surabaya 117.634 orang, Bau-Bau 97.601 orang, Balikpapan 85.914 orang, dan Ambon 74.645 orang.

Yahya menambahkan ruas pelayaran terpadat tercatat pada ruas Belawan-Batam dengan jumlah penumpang sebanyak 39.924 orang, disusul dengan ruas Batam-Belawan 35.646 orang, Pare Pare-Tarakan 26.142 orang, Makassar-BauBau 23.330 orang, dan Bau Bau-Makassar 22.995 orang.

"Sebaran penumpang kapal Pelni masih didominasi pada wilayah tengah sebesar 48%, wilayah timur sebesar 27% dan wilayah barat 25%," kata Yahya.

Pelni mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas. Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 44 trayek kapal perintis yang menyinggahi 281 pelabuhan dengan total 3.695 ruas. Pelni juga mengoperasikan sebanyak 16 kapal rede. Untuk pelayanan bisnis logistik, saat ini Pelni mengoperasikan 10 trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk angkutan ternak.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta jajaran PT Pelni terus meningkatkan kinerjanya dengan selalu konsisten melakukan perubahan atau transformasi.

“Terus lakukan perubahan dan pastikan apa yang dilakukan bisa netes atau dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Menhub saat memberikan sambutan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) PT Pelni Tahun 2022 baru-baru ini.

Menhub menjelaskan, pihaknya diberikan amanah oleh Presiden Joko Widodo untuk memastikan konektivitas laut terlaksana dengan baik. Adapun sejumlah tantangan yang harus dihadapi di sektor transportasi laut, misalnya harus menjangkau daerah terpencil, disparitas harga, dan lain sebagainya.

“Di sinilah Pelni mendapatkan amanah dari pemerintah melalui penyediaan kapal perintis, tol laut, dan kegiatan lainnya yang harus dapat diandalkan,” ucap Menhub.

Sejumlah upaya transformasi yang harus dilakukan Pelni di antaranya yaitu melakukan digitalisasi layanan, mengefisienkan operasional kapal, memetakan dan menyeleksi daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dilayani, dan melakukan pengelolaan SDM Pelni yang berkarakter agile (lincah), memiliki kapasitas dan kompetensi, serta mau berubah menjadi lebih baik.

Ke depan, Menhub berharap kepada Pelni agar tidak hanya bergantung pada subsidi dari pemerintah, tetapi terus melakukan pengembangan usahanya.

“Subsidi mestinya hanya sementara. Ketika kita mampu melakukan kegiatan lebih baik, maka sudah bisa menjadi komersial,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menhub menyampaikan apresiasinya kepada Pelni yang selama ini telah membantu pemerintah memberikan pelayanan angkutan laut baik penumpang, maupun logistik hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Lakukan tugas dengan sepenuh hati yang mampu memberi arti kepada masyarakat. Ke depan, kompetisi semakin ketat. Kalau Pelni tidak efisien satu saat akan ditinggalkan. Untuk itu, lakukan upaya transformasi dengan baik dan sungguh-sungguh,” kata Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah melalui Kemenhub, untuk melayani kebutuhan masyarakat untuk jasa transportasi laut.

Ia mengatakan sejak 2018, penugasan yang diberikan kepada Pelni, berupa public service obligation (PSO) dan subsidi menunjukkan tren yang meningkat seiring kenaikan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia tengah dan timur.

'“Kepercayaan ini, kami tunjukkan dengan kinerja produksi yang terus meningkat, khususnya pada aktivitas muatan barang,” ujarnya.

Editor : Amrozi (ros_amrozi@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com