Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Kamis (28/5/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Kamis (28/5/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Semester I-2020, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 32%

Rabu, 22 Juli 2020 | 10:47 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

Jakarta, investor.id-Investasi properti di kawasan Asia Pasifik pada semester I-2020 turun hingga 32% secara tahunan sebagai dampak pandemi Covid-19. Dampak pandemi Covid-19 terhadap pasar properti di Asia Pasifik terasa lebih kuat pada kuartal II-2020 dari kuartal sebelumnya yang berakibat pada menurunnya volume investasi dan harga sewa di sebagian besar pasar komersial di semester I-2020.

Dalam data terbaru konsultan properti, JLL, volume investasi semester I-2020 turun 32% secara tahunan dengan pelemahan 39% pada kuartal II-2020 dan penurunan 26% pada kuartal I-2020. Penurunan volume investasi terus berlanjut seiring pemberlakuan lockdown dan pembatasan perjalanan. Kondisi tersebut mempengaruhi sejumlah rencana investasi jangka pendek, di antaranya di Singapura (-68%) dan Hong Kong (-65%), kedua negara itu mencatatkan penurunan investasi tahunan terbesar pada kuartal II-2020.

Sementara penurunan investasi juga terjadi di Australia (-58%), Korea Selatan (-45%), dan Tiongkok (-15%). Kegiatan investasi di Jepang (-20%), tetap berjalan dengan dukungan transaksi di sektor multikeluarga dan likuiditas domestik yang kuat. “Aktivitas transaksi yang menurun tajam pada kuartal II-2020 mencerminkan kurangnya minat pelaku usaha dan ketidakpastian akan pemulihan pasar. Likuiditas masih sangat tinggi dan kami berharap aktivitas transaksi mulai pulih pada semester II-2020 dengan adanya pembukaan kembali aktivitas ekonomi lebih lanjut dan penyesuaian estimasi harga di pasar tertentu,” kata Chief Executive Officer (CEO), Capital Markets, Asia Pacific JLL, Stuart Crow, dalam siaran persnya, Rabu (22/7).

Sektor perkantoran Asia Pasifik lagi-lagi melaporkan volume investasi tertinggi berkat minat kuat para investor institusional pada pasar utama. Aset-aset defensif serta yang utama bagi kegiatan operasional, pusat logistik, pendidikan, dan pusat data juga mencuri perhatian investor, sehingga munculah aliran dana dan usaha patungan baru. Aktivitas transaksi ritel dan hotel tetap stagnan pada semester I-2020. Dengan penurunan tingkat suku bunga pinjaman di sebagian besar pasar utama, data dari JLL menunjukkan, prime yield dan bond yield berada di batas yang aman di sebagian besar sektor di Asia Pasifik.

Di kawasan Asia Pasifik, sewa perkantoran umumnya tertekan pada semester I-2020. Hanya negara tertentu yang mencatatkan kenaikan harga per kuartal dibanding tahun lalu. Sewa perkantoran di Distrik Pusat Hong Kong turun paling dalam (-9,30%) karena meningkatnya kekosongan dan melemahnya permintaan, di Beijing juga turun (-4,10%), Melbourne (-3,90%), Sydney (-3,50%), dan Singapura (-3,30%). Sebaliknya, perkantoran CBD di Osaka dan Seoul mengalami peningkatan melebihi target di kuartal II-2020, harga sewa naik 1-2%. “Aktivitas sewa perkantoran relatif terhenti di kuartal II-2020 di pasar utama Asia Pasifik, seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi yang mempengaruhi pengambilan keputusan serta karantina wilayah yang mengakibatkan kesulitan untuk inspeksi,” kata Head of Markets, Asia Pacific, JLL, Jeremy Sheldon.

 

Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN