Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang petugas PT PLN (Persero) memeriksa infrasktruktur kelistrikan. (sumber: doc. PLN)

Seorang petugas PT PLN (Persero) memeriksa infrasktruktur kelistrikan. (sumber: doc. PLN)

Semester I-2021, PLN Bukukan Laba Rp 6,6 Triliun

Kamis, 29 Juli 2021 | 08:55 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlanjut, PT PLN (Persero) berhasil membukukan laba Rp 6,6 triliun pada Semester I-2021, melonjak dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 251,6 miliar.

“PLN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 6,6 triliun hingga semester I 2021. Pencapaian laba perusahaan ditopang kenaikan penjualan tenaga listrik serta efisiensi berkelanjutan melalui sejumlah program transformasi,” kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi dalam keterangan resminya, Rabu (28/7) malam.

Proyek kelistrikan PLN. Foto: PLN
Proyek kelistrikan PLN. Foto: PLN

Mengacu laporan keuangan PLN semester I-2021, perusahaan listrik pelat merah itu mampu mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 175,92 triliun, naik 6,75% dari realisasi semester I tahun lalu Rp 164,8 triliun. Kenaikan pendapatan ini disokong oleh peningkatan penjualan listrik.

“Di tengah dampak pandemi Covid-19 yang belum membaik dan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, PLN mampu mencetak peningkatan penjualan tenaga listrik Rp 140,5 triliun pada paruh pertama 2021, atau naik 3,7% dibandingkan capaian semester I-2020 sebesar Rp 135,4 triliun,” ujar Agung.

Proyek listrik PLN. Foto: PLN
Proyek listrik PLN. Foto: PLN

Kenaikan penjualan setrum, lanjutnya, lantaran adanya program intensifikasi dan ekstensifikasi penjualan. Sepanjang Januari hingga Juni 2021, PLN berhasil menambah 1,65 juta pelanggan baru.

Beban usaha perusahaan juga meningkat. Sampai akhir Juni kemarin, beban usaha PLN tercatat sebesar Rp 151,89 triliun atau naik tipis 1,31% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 149,92 triliun. Salah satu beban usaha yang naik yakni pembelian listrik dari Rp 49,95 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp 50,89 triliun pada semester I-2021. Namun, perseroan berhasil menekan biaya bahan bakar pelumas dari Rp 56,06 triliun pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp 53,64 triliun pada semester pertama tahun ini.

Proyek kelistrikan PLN. Foto: PLN
Proyek kelistrikan PLN. Foto: PLN

Perseroan, tambah Agung, juga mampu memangkas Beban Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik menyusul program transformasi yang dijalankan PLN sejak awal 2020. “Tercatat realisasi BPP semester I 2021 Rp 1.303 per kWh (kilowatt hour) atau turun 4,7% atau setara dengan Rp 65 per kWh dibandingkan semester I tahun 2020 sebesar Rp 1.368 per kWh,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan PLN, aset BUMN setrum ini relatif stabil di level Rp 1.589 triliun. Selanjutnya, liabilitas jangka panjang perusahaan naik tipis dari Rp 499,58 triliun pada semester I-2020 menjadi Rp 500,3 triliun pada semester I-2021. Sementara liabilitas jangka pendek turun 4,07% dari Rp 149,65 triliun menjadi Rp 143,55 triliun.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN