Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

Ilustrasi kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

PENGELUARAN SEMAKIN TIMPANG

September 2020, Gini Ratio Meningkat Jadi 0,385

Senin, 15 Februari 2021 | 14:08 WIB
Arnoldus Kristianus dan Nasori

JAKARTA, investor.id – Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia pada September 2020 yang diukur oleh gini ratio adalah sebesar 0,385. Angka ini meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2020 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,005 poin dibandingkan dengan gini ratio September 2019 yang sebesar 0,380.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyebutkan, gini ratio perkotaan pada September 2020 tercatat sebesar 0,399. Gini ratio tersebut naik dibanding posisi Maret 2020 yang sebesar 0,393 dan September 2019 yang sebesar 0,391.

“Sedangkan gini ratio perdesaan pada September 2020 tercatat sebesar 0,319, naik dibanding Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,317 dan Gini Ratio September 2019 yang sebesar 0,315,” ujar,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (15/2/2021).

Distribusi pendapatan yang tergambar dari pengeluaran penduduk disebut makin merata jika nilai gini ratio semakin mendekati nol (0). Sebaliknya, suatu distribusi pendapatan dikatakan makin tidak merata atau timpang jika nilai gini ratio makin mendekati satu.

Menurut dia, berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40% terbawah adalah sebesar 17,93%. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada September 2020 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah.

Jika dirinci menurut wilayah, lanjut Suhariyanto, di perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,08% yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan rendah. “Sementara untuk perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,89 persen, yang berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah pula,” ucap dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN