Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Beras Bulog. Foto  IST

Beras Bulog. Foto IST

Serapan Beras Bulog dari Petani NTT Naik 999 Ton

Eva Fitriani, Rabu, 2 Oktober 2019 | 10:15 WIB

JAKARTA – Penyerapan beras oleh Bulog dari petani lokal di provinsi Nusa Tenggara Timur sudah mencapai 2.674 ton hingga akhir September 2019.

"Beras lokal yang kami serap dari petani lokal bertambah sekitar 999 ton dari sebelumnya pada awal Agustus sekitar 1.675 ton," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggara Timur Eko Pranoto, Rabu (2/10).

Meski demikian, menurut Eko, penyerapan beras lokal dari petani di provinsi berbasiskan kepulauan itu baru sekitar 42% dari target penyerapan pada 2019 yang sebanyak 6.246 ton.

Eko mengatakan, pihaknya akan terus menggenjot pengadaan beras dari petani lokal, terutama dari wilayah potensial seperti di Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores. "Beras yang paling banyak kami serap sejauh ini dari Lembor, selain ada juga dari kabupaten lain seperti Ngada, Manggarai, Malaka, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao," ungkap dia.

Eko memastikan, penyerapan beras dari petani lokal terus dilakukan, meskipun stok beras yang dimiliki masih melimpah. Saat ini, stok beras yang dimiliki pihaknya mencapai 43.000 ton, sehingga bisa disalurkan untuk kebutuhan masyarakat setempat hingga lima bulan ke depan.

"Stok beras kami saat ini sangat melimpah di gudang-gudang Bulog yang menyebar di berbagai daerah di NTT karena itu kami diperintahkan untuk menggencarkan penjualan," kata dia.

Dia menambahkan, stok beras melimpah setelah penyaluran untuk program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) sudah ditiadakan dan diganti dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT). "Meskipun stok melimpah, penyerapan beras lokal tetap terus kami lakukan sesuai aturan dalam Instruksi Presiden," ujar dia.

 

 

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA