Menu
Sign in
@ Contact
Search
(Dari kiri ke kanan) Colin Chin (Shell Fuel Scientist), Dr Riesta Anggraini (Ketua Kelompok Bahan Bakar dan Aviasi Lemigas), Mohammad Rachman (Shell Product Application Specialist) dan Indah Pelapory (Moderator) di Jakarta, 15 Juli 2022.

(Dari kiri ke kanan) Colin Chin (Shell Fuel Scientist), Dr Riesta Anggraini (Ketua Kelompok Bahan Bakar dan Aviasi Lemigas), Mohammad Rachman (Shell Product Application Specialist) dan Indah Pelapory (Moderator) di Jakarta, 15 Juli 2022.

Shell Indonesia Dukung Program Implementasi Emisi Euro 4

Jumat, 22 Juli 2022 | 02:52 WIB
F Rio Winto (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Vice President Technical Shell Indonesia, Bambang Wahyudi mengatakan, pihaknya mendukung program implementasi emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel di Indonesia dengan menghadirkan rangkaian produk bahan bakar dengan sulfur terendah di kelasnya yakni 10 ppm, atau sudah berstandar emisi Euro 5.

“Upaya ini sejalan dengan Powering Progress, strategi yang diluncurkan Shell secara global untuk mempercepat transisi bisnis menuju perusahaan energi dengan net-zero emission di pada 2050, sejalan dengan perkembangan di masyarakat,” kata Bambang Wahyudi dalam keterangan resmi, Kamis, 21 Juli 2022.

Pesatnya pertumbuhan industri otomotif, kata Bambang Wahyudi, berimbas pada meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Indonesia .“Tingginya angka kendaraan bermotor ini secara langsung turut meningkatkan jumlah konsumsi bahan bakar sehingga kadar gas buang emisi yang dihasilkan juga semakin tinggi,” ujar dia.

Standar emisi Euro 4 telah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, dan Kategori O. Nilai baku mutu untuk kandungan nitrogen oksida yang dihasilkan mobil diesel pada angka 250 miligram per kilometer, serta 25 miligram per kilometer untuk particulate matter (PM).

Sementara itu, Ketua Kelompok Bahan Bakar dan Aviasi Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Dr Riesta Anggraini mengatakan, pemerintah telah menetapkan batasan kandungan sulfur pada bahan bakar minyak jenis solar dengan Angka Setana 51 sebesar 50 ppm (0,005% m/m) yang berlaku mulai 1 April 2022 sesuai SK Dirjen Migas no. 146.K/10/DJM/2020.

“Dengan demikian, telah tersedia di pasaran, bahan bakar yang sesuai dengan persyaratan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan N0. 20/2017. Ketersediaan bahan bakar dengan kandungan sulfur maksimal 50 ppm ini diharapkan dapat mendukung tercapainya baku mutu emisi yang lebih baik,” jelas dia.

Saat ini, Shell telah memiliki produk bahan bakar yang telah memenuhi standar emisi Euro 5, yakni Shell V-Power Diesel yang tersedia di SPBU Shell di Jabodetabek. Sedangkan untuk pasar business-to-business, Shell menawarkan Shell FuelSave Diesel yang mengandung bahan dasar solar dengan Angka Setana 51 dan bahan bakar nabati sebesar 30%.

Selain produk bahan bakar, Shell juga menghadirkan pelumas Shell Rimula R4X 15W40 dengan Dynamic Protection Technology yang sesuai dengan teknologi mesin Euro 4 dan 5 yang membutuhkan pelumas dengan proteksi terhadap beban jelaga dan asam yang lebih tinggi.

Editor : F Rio Winto (rio_winto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com