Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati.

SILPA Tahun 2020 Sebesar Rp 234,7 Triliun

Rabu, 6 Januari 2021 | 22:30 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun 2020 mencapai Rp 234,7 triliun. SILPA tahun lalu lebih tinggi dibanding tahun 2019 mencapai Rp 53,4 triliun.

"Ini sudah ada di UU APBN untuk kemampuan menggunakan SiLPA 2020," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Rabu (6/1).

Ia mengatakan bahwa SILPA tersebut berasal dari Rp 66,7 triliun namun dana tersebut tidak dapat ditarik karena ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Ia menjelaskan bahwa, penempatan dana itu juga bertujuan untuk membantu dunia usaha termasuk UMKM dengan kucuran kredit melalui perbankan. “Tujuannya sampai perekonomian pulih dan kredit naik lagi”ujarnya.

Secara rinci sebesar Rp 50,9 triliun SILPA 2020 akan dialihkan untuk anggaran program vaksinasi 2021 dan UMKM.

“Ini yang sudah ada di dalam UU APBN untuk kemampuan gunakan SILPA tahun 2020. Kita terus memaksimalkan sumber-sumber ada sehingga pembiayaan APBN akan sebaik mungkin, risiko dikelola dan efektivitasnya membaik,”ungkapnya.

Adapun SILPA tahun lalu, berasal dari realisasi pembiayaan anggaran 2020  sebesar Rp 1.190,9 triliun. Angka ini naik 196 persen dari tahun 2019 yang hanya Rp 402,1 triliun, dan defisit anggaran sepanjang tahun lalu tercatat Rp 956,3 triliun atau setara 6,09% terhadap PDB. Defisit ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya tercatat Rp 348,7 triliun atau 2,20% terhadap PDB.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN