Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Director President Office Sinar Mas Land, Donny Rahajoe (tengah) dan Surabaya Division Head Sinar Mas Land, Aditya Sutantio bersama jajaran manajemen Grup Sinar Mas pada acara Media Networking Sinar Mas Land di Surabaya, Rabu (13/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

Managing Director President Office Sinar Mas Land, Donny Rahajoe (tengah) dan Surabaya Division Head Sinar Mas Land, Aditya Sutantio bersama jajaran manajemen Grup Sinar Mas pada acara Media Networking Sinar Mas Land di Surabaya, Rabu (13/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

Sinar Mas Land Fokus Garap Rumah di Bawah Rp 1 Miliar

Amrozi Amenan, Rabu, 13 November 2019 | 23:26 WIB

SURABAYA, investor.id -Pengembang properti, Sinar Mas Land, pada 2020 akan fokus menggenjot penjualan rumah di harga Rp 1 miliar ke bawah baik untuk rumah tapak (landed house) maupun rumah bertingkat (high rise) di Surabaya dan beberapa kota lain di Indonesia. Sebab, permintaan hunian di segmen tersebut juga masih cukup tinggi.

Managing Director President Office Sinar Mas Land, Donny Rahajoe mengatakan proyek hunian tapak dan hunian bertingkat yang harganya Rp 1 miliar ke bawah selama 2019 memberikan kontribusi cukup besar bagi pendapatan Sinar Mas Land. Pada 2020, pasar rumah di harga Rp 1 miliar ke bawah diperkirakan masih akan tetap tinggi karena banyaknya permintaan rumah di segmen tersebut serta banyaknya stimulus yang diberikan pemerintah mulai pelonggaran LTV, suku bunga rendah dan ditambah banyaknya promo oleh pengembang. Permintaan hunian cukup tinggi terutama di Surabaya karena tingginya angka backlog (kekurangan pasokan) rumah di Jawa Timur.

"Karena itu kita akan fokus kembangkan proyek di segmen Rp 1 miliar ke bawah itu. Seperti apartemen Klaska Residence, yang ditawarkan dengan harga Rp 400 jutaan, pembeli sudah punya unit apartemen di pusat kota Surabaya," kata Donny saat Media Networking Sinar Mas Land di Surabaya, Rabu (13/11/2019).

-Managing Director President Office Sinar Mas Land, Donny Rahajoe (tengah) dan Surabaya Division Head Sinar Mas Land, Aditya Sutantio pada acara Media Networking Sinar Mas Land di Surabaya, Rabu (13/11/2019). Foto:Amrozi Amenan
-Managing Director President Office Sinar Mas Land, Donny Rahajoe (tengah) dan Surabaya Division Head Sinar Mas Land, Aditya Sutantio pada acara Media Networking Sinar Mas Land di Surabaya, Rabu (13/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

Donny mengungkapkan, tahun ini pasar properti secara umum memang mengalami kontraksi seiring dengan momen politik yakni Pemilu. Namun dengan sudah terbentuknya kabinet baru, diharapkan pasar properti akan membaik pada 2020.

“Jadi saya kira inilah momen tepat untuk membeli properti. Karena berdasarkan siklus, setelah ini diperkirakan pasar properti akan bangkit, dan tentu harganya akan melonjak," ujarnya.

Dia lebih lanjut menjelaskan, proyek di Surabaya merupakan salah satu penopang penjualan perusahaan dan memiliki potensi pasar yang cukup besar. Saat ini perusahaan memiliki sejumlah proyek baik hunian maupun ritel di Surabaya, yakni Wisata Bukit Mas, Klaska Residence, ITC Surabaya, dan Clover Ville. Jika dilihat dari peringkat kontribusi penjualan bagi perusahaan, proyek di Surabaya berada di urutan nomor tiga setelah BSD Tangerang dan Bekasi. “Setelah Surabaya baru proyek di Batam," kata Donny.

Menurut dia, potensi Surabaya bukan saja terlihat pada saat ini, namun prospek jangka menengah dan panjang juga akan bagus. Pasalnya, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur akan menjadikan Surabaya sebagai penopang utama untuk kegiatan pemerintahan.

“Dibanding dari Jakarta, posisi Surabaya akan lebih dekat ke calon ibu kota baru. Jadi potensinya cukup bagus," ungkap Donny.

Dia menambahkan, bisnis properti merupakan bisnis jangka panjang dan kebutuhan tempat tinggal akan terus tumbuh seiring tumbuhnya populasi dan terbatasanya ketersediaan lahan. Meskipun banyak pengembang menggulirkan proyek properti dengan berbagai kemudahan, konsumen tetap akan melihat pengembangan yang memiliki reputasi bagus, mempunyai konsep dan terbukti hasilnya.

“Karena itu, meskipun banyak pengembang menghadirkan banyak produk properti kami tetap optimistis dengan bisnis properti kami ke depan,” pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA