Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumput laut. Foto: rumput-laut.com

Rumput laut. Foto: rumput-laut.com

SKPT Sumba Timur Jadi Percontohan Industrialiasi Rumput Laut Nasional

Ridho Syukra, Selasa, 18 Februari 2020 | 13:13 WIB

JAKARTA, investor.id - Rumput laut sebagai komoditas andalan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sumba Timur terus didorong bukan hanya dari segi produktivitasnya tetapi juga dari sisi hilir untuk mencetak rumput laut berkualitas ekspor.

Komoditas rumput laut selama ini mampu mendorong perekonomian masyarakat Sumba Timur dan menjadi komoditas kebanggaan daerah.

Tercatat sejak 2015 hingga 2019, rata rata pendapatan bersih pembudidaya rumput laut per tahun meningkat hingga hampir 2 kali lipat, dari sebelumnya Rp 53 juta per tahun pada 2015 menjadi Rp 105 juta per tahun pada 2019.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. Foto: news.kkp.go.id
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto. Foto: news.kkp.go.id

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto mengatakan potensi rumput laut yang sangat luar biasa besar di Sumba Timur harus dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin dengan penggunaan bibit unggul seperti hasil kultur jaringan.

Jika sudah menggunakan kultur jaringan maka ketersediaan bahan baku industri yang berkualitas tidak akan berkurang.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2019 tentang Roadmap Industrialisasi Rumput Laut Nasional. KKP menjawab tantangan tersebut dengan menyiapkan berbagai strategi percepatan peningkatan produksi rumput laut dalam peta jalan industrialisasi rumput laut nasional hingga 5 tahun ke depan.

“Industrialisasi rumput laut nasional merupakan sebuah langkah strategis yang akan menjembatani keterlibatan lintas sektoral dari mulai proses produksi di hulu hingga proses pengolahan dan pemasaran di hilir,” ujar dia di Jakarta, Selasa (18/2).

Proses bisnis yang dilakukan di Sumba Timur dimulai dari penetapan lokasi sentra budidaya rumput laut di daerah Woba dimana semua proses budidaya mulai dari persiapan hingga siap untuk dijual dilakukan di satu lokasi.

Proses dimulai dengan penyediaan bibit melalui bantuan kebun bibit rumput laut kemudian dibudidayakan oleh pembudidaya, setelah rumput laut siap untuk dipanen, kelompok pembudidaya tidak perlu khawatir dengan penjualan karena sudah difasilitasi kemitraan dengan industri pengolah rumput laut.

Sebagai bantuan sarana untuk budidaya, diberikan juga penunjang seperti pembukaan dan peningkatan akses jalan ke lokasi sentra budidaya rumput laut, pembangunan jaringan air bersih, pemasangan jaringan listrik, gudang rumput laut serta balai pertemuan yang berperan menyukseskan proses produksi hingga pendistribusian hasilnya.

KKP berharap peran aktif pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan usaha yang telah dibangun dengan demikian misi untuk membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Sumba Timur dapat terwujud.

KKP telah memberikan bantuan ke SKPT Sumba Timur diantaranya pembangunan prasarana budidaya rumput laut seperti para para, rumah ikat dan perahu fiber, dengan total bantuan Rp 53 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN