Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sarana Multi Infrastuktur (SMI) menandatangani perjanjian pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) Bayang Nyalo 3x2 megawatt (MW). Proyek yang dikerjakan oleh PT Bayang Nyalo Hidro (BNH) ini diperkirakan membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 207 miliar. (sumber: doc.Kementerian ESDM)

PT Sarana Multi Infrastuktur (SMI) menandatangani perjanjian pembiayaan proyek pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) Bayang Nyalo 3x2 megawatt (MW). Proyek yang dikerjakan oleh PT Bayang Nyalo Hidro (BNH) ini diperkirakan membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 207 miliar. (sumber: doc.Kementerian ESDM)

SMI Danai Proyek PLTM Bayang Nyalo Rp 207 M

Minggu, 12 Desember 2021 | 10:28 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Multi Infrastuktur (SMI) akan mendanai proyek pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) Bayang Nyalo 3x2 megawatt (MW) di Kabupaten Pesisir, Sumatera Barat. Langkah ini mendukung target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060.

SMI telah menandatangani perjanjian pembiayaan dengan kontraktor PLTM Bayang Nyalo, yakni PT Bayang Nyalo Hidro (BNH), pada akhir pekan kemarin. Proyek yang digarap melalui perusahaan patungan antara Hasnur Group dan Syres Group ini diperkirakan membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 207 miliar.

Direktur Operasional & Keuangan dan Pengembangan Proyek & Jasa Konsultasi PT SMI Darwin T Djajawinata menuturkan, dalam membiayai Proyek PLTM Bayang Nyalo tersebut, pihaknya menjalankan mandat sebagai katalis pembiayaan pembangunan nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan bauran energi terbarukan di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.

“Serta pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Jawa sebagai bentuk dari upaya pemulihan ekonomi nasional,” kata dia dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Proyek PLTM Bayang Nyalo merupakan proyek energi terbarukan pertama bagi Hasnur Group. Namun, penandatanganan pembiayaan tersebut diharapkan bisa membuka peluang kerja sama lain antara Hasnur Group dan SMI. Pasalnya, Hasnur Group tengah merencanakan proyek-proyek di lokasi lasinnya. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk lebih agresif mengembangkan pembangkit listrik energi terbarukan.

Secara terpisah, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengungkapkan, Proyek PLTM Bayang Nyalo diharapkan menjadi salah satu bentuk implementasi pencapaian target bauran energi baru dan terbarukan sebesar 23% pada 2025. Proyek ini juga diharapkan dapat mendukung komitmen pemerintah untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) pada 2030 serta Net Zero Emission 2060.

“Dukungan ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan agenda pemerintah menuntaskan target bauran energi baru terbarukan di 2025 dan NZE di 2060. Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan PT SMI dalam pembangunan PLTM Bayang Nyalo,” tutur Agung.

Sebelumnya, PT SMI juga telah banyak memberikan dukungan untuk pembangunan di sektor energi terbarukan. Salah satunya adalah proyek PTLP Small Scale Dieng 10 MW di Wonosobo, Jawa Tengah yang digarap PT Geo Dipa Energi (Persero). Proyek ini menjadi pembangkit skala kecil pertama di Indonesia.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur. Hal tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur, tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan, baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis. Pertama, pembiayaan dan investasi proyek-proyek infrastruktur. SMI juga menawarkan jasa konsultasi, yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur. Selain itu, SMI juga membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN