Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alim Gunadi, managing director Sinar Mas Land

Alim Gunadi, managing director Sinar Mas Land

SML Gencar Sasar First Home Buyer

Kamis, 4 Maret 2021 | 17:34 WIB
Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Jakarta, Investor.id – Sinar Mas Land (SML) gencar menyasar pembeli rumah pertama (first home buyer) menyusul banjir stimulus dan insentif yang digulirkan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) belakangan ini. Pengembang properti itu menyodorkan rumah siap huni (ready stock) atau dalam masa enam bulan pembangunan fisiknya selesai.

“Kami merespons stimulus dan insentif bagi sektor properti lewat program wish for home yang mencakup rumah tapak dan apartemen siap huni,” papar Alim Gunadi, managing director SML, kepada Investor Daily, Kamis (4/3).

Stimulus dan insentif yang dinilai menggairahkan industri properti itu di antaranya adalah loan to value (LTV) 100% yang memungkinkan uang muka (down payment/DP) 0%. Lalu, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100% untuk hunian di bawah Rp 2 miliar serta diskon PPN 50% untuk hunian direntang harga Rp 2-5 miliar per unit.

“Stimulus itu kami harap bisa menggairahkan pasar properti. Stimulus itu sangat cocok dengan program kami yang kali ini menyasar first home buyer atau milenial lewat hunian ready stock di harga Rp 600 jutaan, Rp 1-1,5 miliar dan harga di atas Rp 1,5 miliar,” kata Alim Gunadi.

Dia menambahkan, hunian yang disodorkan SML tersebar di beberapa wilayah seperti di kawasan Jabodetabek, Balikpapan, Surabaya, dan Batam.

Menurut Alim Gunadi, setelah stimulus dan insentif dikeluarkan pemerintah, pasar butuh diedukasi terkait ketentuan detail relaksasi tersebut. “Kami rasa butuh adanya sosialisasi ke konsumen. Itu menjadi salah satu challenge juga,” ujar dia.

Khusus insentif PPN, selain diberikan untuk rumah siap huni, juga harus memenuhi syarat tertentu. Misal, sudah terjadi berita acara serah terima (BAST) serta ada keterangan lunas. Opsi lainnya bisa berupa akta jual beli (AJB) yang berarti sertifikat sudah pecah dari bank pemberi kredit pemilikan rumah (KPR).

Insentif juga diberikan untuk pembelian satu unit hunian dan tidak boleh dijual kembali dalam periode satu tahun.

Dia berharap, setelah berkoordinasi dengan bank serta mengkomunikasikannya dengan konsumen, insentif PPN bisa mendongkrak penjualan rumah pertama di bawah Rp 2 miliar. Terkait besaran peningkatan terhadap penjualan, saat ini, masih sulit ditebak. SML masih menunggu respons pasar.

“Kita harapkan insentif PPN bisa sampai 31 Desember 2021. Hal itu karena dalam catatan kami, keputusan seseorang dalam membeli rumah paling cepat tiga minggu, namun bisa sampai 1,5 bulan,” ujar Alim Gunadi. 

 

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN