Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi BKPM berada di Jepang

Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi BKPM berada di Jepang

Soal Investasi, BKPM Bekerja Keras Pulihkan Kepercayaan Jepang

Gora Kunjana, Jumat, 15 November 2019 | 12:10 WIB

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tengah bekerja keras mengembalikan kepercayaan Jepang meningkatkan investasinya di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo di Tokyo, Jepang, Kamis (14/11/2019), usai bertemu dengan Direktur Eksekutif Japan Indonesia Association (Japinda) Norio Yamazaki.

“Saya tadi banyak mendengar saja keluhan pengusaha Jepang. Memang ada luka batin mendalam. Ada kekecewaan. Sebab terlanjur cinta Indonesia,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Rizal mengatakan, Kepala BKPM sudah menangkap kekecewaan Jepang. Sebab itu, Bahlil langsung mengundang Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Senin (11/11/2019) lalu di Kantor Pusat BKPM di Jakarta.

Tak hanya itu, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi kemudian bertolak ke Jepang, menemui sejumlah pihak terkait, utamanya para pelaku usaha.

Rizal mengatakan, Kepala BKPM serius mengembalikan kepercayaan Jepang di Tanah Air. “Pesan Kepala BKPM, bahwa Indonesia sangat serius mengembalikan kepercayaan Jepang. Itu yang kami sampaikan tadi ke perwakilan para pengusaha di sini,”ucap Rizal.

Guna mempercepat pulihnya kepercayaan berinvestasi di Indonesia, para investor di Jepang berharap agar Kepala BKPM segera berkunjung ke Jepang.

“Para investor ingin sekali mendengarkan langsung terobosan-terobosan Kepala BKPM baru. Mereka melihat ada harapan baru sebab kebijakan Kepala BKPM yang paling ditunggu adalah memperbaiki iklim investasi domestik. Kembali ke Indonesia, salah satu aspirasi investor ini akan saya sampaikan nanti ke beliau,” ucap Rizal.

Ia mengatakan, selain itu, pemerintah juga akan mempercepat beberapa proyek investasi atau pinjaman secara B to B di kedua negara. “Ada ratusan juta US$ yang Jepang siapkan untuk masuk ke Indonesia dalam waktu dekat bila kita cukup cepat menindaklanjuti. Ini cuma komitmen awal. Untuk Indonesia, Jepang siap masuk berinvestasi lebih besar lagi baik untuk skala korporasi maupun SME (small medium entreprise),”ujar dia.

Permintaan Kepala BKPM ini guna menindaklanjuti hasil pembicaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) di Bangkok, Thailand belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, dalam kesempatan itu, kedua pemimpin membahas peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air.

Jepang merupakan investor nomor dua terbesar di Indonesia setelah Singapura.

“Akumulasi investasi Jepang di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir sebesar US$ 31 miliar. Kontribusi perusahaan Jepang atas ekspor di Indonesia meningkat dari 18,1% menjadi 24,4% atas nilai ekspor Indonesia. Jadi, Kepala BKPM melihat masih terbuka ruang yang luas bagi Jepang mendatangkan investasi berbasis ekspor ke Indonesia,” ujar Rizal.

Realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) asal Jepang Januari-September 2019 sebagian besar diketenagalistrikan dan gas (58,1 %), disusul otomotif dan transportasi sebesar 13,7%, perumahan dan kawasan industri serta perkantoran 12,6%, industri karet dan plastik 2,5%, dan lain-lainnya sebesar 10,1%.

Namun secara secara negara tujuan, investasi Jepang tak lagi menempatkan Indonesia diperingkat pertama. Investasi terbesar Jepang telah beralih ke Amerika Serikat, India, Tiongkok.

Sedikit lagi Indonesia bisa digeser Vietnam dan Thailand. “Sebab kecewa mereka sedikit mengerem. Kita kerja keras untuk yakinkan Jepang,” ucap dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA