Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani.

Soal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I, Kadin: Sudah On Track

Senin, 9 Mei 2022 | 22:06 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2022 secara year on year (yoy) maupun quartal to quartal (qoq) menunjukan progres pemulihan ekonomi on track dan stabil, meskipun pemulihannya belum merata di semua sektor.

Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Widjadja Kamdani mengatakan untuk ke depannya pemerintah harus memastikan adanya penguatan pertumbuhan ekonomi dengan memberikan iklim usaha yang baik dan pemerataan pemulihan ekonomi di sektor-sektor yang saat ini masih belum optimal (underperformed) seperti jasa pariwisata, perjalanan, retail, logistik, dan transportasi.

“Agar pemulihan terjadi secara lebih merata dan lebih firm,” kata Shinta kepada Investor Daily, Senin (9/5/2022).

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 mencapai 5,01% (yoy). Sedangkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 secara qoq mengalami kontraksi 0,96%.

Baca juga: Mobilitas Masyarakat Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,01%

Shinta mengatakan struktur pertumbuhan dan penerimaan pertumbuhan ekonomi domestik tidak ada banyak berubah meskipun pandemi. Menurutnya, postur kontribusi PDB tidak bisa menjadi parameter apakah ekonomi kita sudah pulih sepenuhnya atau belum. Perbedaannya hanya pada besaran pertumbuhannya sektoral, karena setiap sektor mengalami tingkat kontraksi dan pemulihan yang berbeda selama pandemi.

“Struktur atau postur kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional cenderung tetap karena perubahan struktur produktivitas ekonomi butuh waktu yg cukup lama dan sangat butuh perubahan struktural yg mendasar terhadap resources maupun kapabilitas pengembangan ekonomi suatu negara,” ucapnya.

Shinta mengatakan untuk memaksimalkan pertumbuhan ekonomi maka pemerintah harus memastikan stabilitas iklim usaha, peningkatan efisiensi dan daya saing iklim investasi nasional, serta dukungan intervensi kebijakan pemerintah terhadap daya beli masyarakat. Khususnya masyarakat kelas menengah bawah.

“Sebab kelas menengah bawah memiliki punya segmen pasar paling besar di Indonesia dan mempengaruhi kinerja industri meskipun agregat pengeluarannya masih di bawah kelas menengah atas," kata Shinta.

Baca juga: Seberapa Besar Kontribusi Konsumsi Rumah Tangga terhadap Pertumbuhan Ekonomi?

Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2022 akan berada pada kisaran 4,5% sampai 5%, jauh lebih baik dari tahun 2021. Namun, langkah pemulihan ekonomi tidak terlepas dari faktor ketidakpastian yang memberatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek Khususnya yang terkait dengan efek negatif kondisi geopolitik terhadap ekonomi nasional seperti pelemahan nilai tukar, penipisan cadangan devisa karena penurunan surplus perdagangan, efek tapering dan kenaikan suku bunga, serta inflasi dan trickle down effect-nya terhadap daya beli dan daya tarik konsumsi masyarakat. Namun, yang jelas penopang utama PDB tahun ini masih pada konsumsi domestik dan investasi.

“Untuk kegiatan usaha sektoral, penopangnya masih di sektor manufaktur, ritel, dan transportasi,” ujar Shinta.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN