Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko (Foto: Beritasatu)

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko (Foto: Beritasatu)

Soal Tak Ada Lagi Anggaran untuk Covid, BRIN Beri Tanggapan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 21:24 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengaku tidak khawatir mengenai tidak akan digelontorkannya anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 dalam RAPBN 2023. Artinya, pemerintah dan BRIN dapat lebih fokus untuk mengembangkan vaksin buatan dalam negeri atau merah putih.

Sebagaimana diketahui, dalam program kesehatan PC PEN mencakup anggaran penyediaan vaksin dalam negeri.

"Jadi menurut saya memang sudah tidak perlu karena kita bisa lebih mandiri untuk pengembangan vaksin merah putih," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko saat berkunjung ke BeritaSatu Media Holdings, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: Momen Hakteknas, BRIN Kenalkan 4 Kawasan Sains dan Teknologi

Adapun tidak lagi digelontorkannya anggaran pos kesehatan untuk penanganan Covid-19 juga didukung semakin membaiknya penanganan Covid-19 pada tahun ini dan menurunnya kasus positif.

Meski demikian, pengembangan vaksin di Tanah Air tidak hanya berkaitan Covid-19, melainkan berbagai penyakit endemik seperti TBC dan Malaria.

Lebih lanjut, Handoko berharap kasus Covid-19 tahun depan tidak menunjukkan fluktuasi. Artinya, dalam tren membaik. "Kita semua berharap melandai, meski covid-19 melandai kita mesti siapkan kemampuan dan kapasitas vaksin sendiri,” jelasnya.

Baca juga: MRIN dan BRIN Teliti Asal-usul Leluhur Indonesia

Lebih lanjut dia mengatakan, anggaran riset BRIN tahun depan akan difokuskan untuk pengembangan vaksin, salah satunya vaksin Covid-19. Melalui dukungan sumber daya manusia dan infrastruktur yang sudah ada, maka BRIN tidak perlu anggaran khusus untuk mengembangkan vaksin.

Bahkan kalangan industri pun dapat meminjam berbagai peralatan dari BRIN untuk memproduksi vaksin. "Tinggal masalah di industrinya saja, tapi kami bisa fasilitasi karena sedang dibangun fasilitas Good Manufacturing Processes untuk produksi terbatas vaksin. Jadi, industri bisa pinjam,” ucapnya.

Menurut dia, kedaulatan vaksin menjadi hal mendesak yang harus dicapai Indonesia untuk menunjang kesehatan masyarakat dan agar tidak bergantung pada pihak lain.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com